Winata, Tirta (2018) REKONSTRUKSI SANKSI TINDAK PIDANA KORUPSI YANG BERBASIS NILAI KEADILAN. Doctoral thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

| Preview Download (22kB)
[thumbnail of babI.pdf]
Preview
Text
babI.pdf

| Preview Download (117kB)
[thumbnail of babII.pdf] Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (104kB)
[thumbnail of babIII.pdf] Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (221kB)
[thumbnail of babIV.pdf] Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (177kB)
[thumbnail of babV.pdf] Text
babV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (284kB)
[thumbnail of babVI.pdf] Text
babVI.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (23kB)
[thumbnail of Daftarisi.pdf]
Preview
Text
Daftarisi.pdf

| Preview Download (21kB)
[thumbnail of pernyataan_publikasi.pdf]
Preview
Text
pernyataan_publikasi.pdf

| Preview Download (565kB)

Abstract

ABSTRAK

Korupsi sebagai extra ordinary crime memerlukan pencegahan dan pemberantasan kejahatan yang bersifat extra-ordinary pula, sehingga wajar apabila pemerintah melakukan upaya-upaya ekstra dengan memperbaharui atau mengganti aturan hukum tentang korupsi Jenis penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah menggunakan penelitian hukum normatif. Penelitian hukum normatif yaitu penelitian yang mendekati
masalah dan norma hukum yang berlaku. Norma hukum yang berlaku berupa norma hukum positif tertulis. Pada umumnya tindak pidana korupsi dilakukan dengan suatu tujuan tertentu,dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Undang-Undang
Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, seharusnya ancaman pidana minimum khususnya haruslah lebih tinggi daripada ancaman pidana minimum khusus pada Pasal 2, agar tercipta rasa keadilan, yaitu : “Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima)tahun dan paling lama 20
(dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).” Pembuat Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi seharusnya
merumuskan ulang sanksi ancaman pidana dan minimum khusus dalam Pasal 3 agar tercapai aspek keadilan.

Kata Kunci : Sanksi Pidana, Tindak Pidana Korupsi, dan Keadilan

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Doctoral)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum
Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 30 Apr 2019 02:06
Last Modified: 30 Apr 2019 02:06
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/12142

Actions (login required)

View Item View Item