library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PERLINDUNGAN HUKUM AHLI WARIS TESTAMENTER TERHADAP AKTA WASIAT YANG TIDAK DIDAFTARKAN (STUDI KASUS WASIAT TANPA AHLI WARIS)

Detail Tugas Akhir

PERLINDUNGAN HUKUM AHLI WARIS TESTAMENTER TERHADAP AKTA WASIAT YANG TIDAK DIDAFTARKAN (STUDI KASUS WASIAT TANPA AHLI WARIS)

ERDIAN, AMALIA PUTRI PRIMA (2018) PERLINDUNGAN HUKUM AHLI WARIS TESTAMENTER TERHADAP AKTA WASIAT YANG TIDAK DIDAFTARKAN (STUDI KASUS WASIAT TANPA AHLI WARIS). Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Abstrak.pdf
PDF
Text
babI.pdf
PDF
Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (742kB)
PDF
Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (581kB)
PDF
Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (485kB)
PDF
Text
babV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (81kB)
PDF
Text
Cover.pdf
PDF
Text
daftar_pustaka.pdf
PDF
Text
Daftarisi.pdf
PDF
Text
lampiran.pdf
PDF
Text
pernyataan_publikasi.pdf

Abstract

ABSTRAK

Hukum pewarisan hanya terjadi karena seseorang tersebut meninggal dunia. Dalam BW ada dua cara untuk mendapatkan harta kekayaan, yaitu : sebagai ahli waris menurut ketentuan undang-undang (ab intestate) dan karena seseorang ditunjuk dalam surat wasiat (testamentair). Yang dimaksud dengan wasiat atau testamenter sendiri menurut Pasal 875 BW adalah suatu akta yang memuat pernyataan seseorang tentang apa yang dikehendakinya akan terjadi setelah ia meninggal dunia, dan yang oleh nyadapat di cabut kembali. Pada umumnya orang membuat wasiat (testamen) dihadapan seorang Notaris. Dalam menjalankan jabatannya, seorang notaris berkewajiban untuk membuat daftar akta yang berkenaan dengan wasiat menurut urutan waktu pembuatan akta setiap bulan, mengirimkan daftar akta wasiat atau daftar nihil yang berkenaan dengan wasiat ke Daftar Pusat Wasiat Departemen yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang kenotariatan dalam waktu 5 (lima) hari pada minggu pertama setiap bulan berikutnya, serta mencatat dalam repertorium tanggal pengiriman daftar wasiat pada setiap akhir bulan. Akan tetapi bagaimana jika notaris tersebut tidak melaporkan akta wasiat sedangkan pewaris tidak mempunyai ahli waris. Dengan rumusan permasalahan sebagai berikut, yaitu bagaimana mekanisme pendaftaran wasiat yang tidak didaftarkan apabila pewaris tidak memiliki ahli waris, bagaimana kekuatan hukum terhadap akta wasiat yang tidak didaftarkan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis sosiologis, yaitu pendekatan penelitian hukum yang didasarkan pada aturan-aturan hukum yang berlaku dan dilakukan dengan pengamatan (observasi), wawancara. Dari latar belakang permasalahan dan pembahasan penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa karena notaris tidak melaporkan akta wasiat maka seluruh harta akan jatuh di bawah perlindungan BHP dan untuk mengalihkan hakatas wasiat tersebut banyak syarat yang harus dilalui, dengan tidak dilaporkan akta wasiat oleh notaris maka akta tersebut terdegradasi menjadi akta dibawah tangan.

Kata Kunci : Ahli Waris, Akta Wasiat, Testamenter.

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints