library@unissula.ac.id
Logo Universitas Islam Sultan Agung Repository UNISSULAUniversitas Islam Sultan Agung Semarang

PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERTAMBANGAN TANPA IJIN (PETI) DI KABUPATEN WONOSOBO

Detail Tugas Akhir

PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERTAMBANGAN TANPA IJIN (PETI) DI KABUPATEN WONOSOBO

RAHARJO, BUDI (2018) PENEGAKAN HUKUM TINDAK PIDANA PERTAMBANGAN TANPA IJIN (PETI) DI KABUPATEN WONOSOBO. Masters thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.

Berkas Tugas Akhir

PDF
Text
Abstrak.pdf
PDF
Text
babI.pdf
PDF
Text
babII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (640kB)
PDF
Text
babIII.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (399kB)
PDF
Text
babIV.pdf
Restricted to Registered users only
Akses terbatas: khusus pengguna terdaftar Ukuran File (102kB)
PDF
Text
Cover.pdf
PDF
Text
daftar_pustaka.pdf
PDF
Text
Daftarisi.pdf
PDF
Text
pernyataan_publikasi.pdf

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini berlatar belakang budaya hukum (legal culture) masyarakat terhadap perspektif lingkungan hidup yang masih rendah menjadi pemicu tindak pidana pertambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Wonosobo. Problematika dalam tesis ini berangkat dari pertanyaan (1) Bagaimana penegakan hukum pidana pertambangan tanpa ijin (PETI) di Kabupaten Wonosobo? (2) Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi penegakan hukum pidana pertambangan tanpa ijin (PETI) di Kabupaten Wonosobo?(3) Bagaimanakah seharusnya penegakan hukum pidana pertambangan tanpa izin (PETI) di Kabupaten Wonosobo di masa mendatang?
Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan Yuridis Sosiologis dan pengambilan data melalui wawancara bebas terpimpin. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama penegakan hukum pidana PETI mengacu kepada Norma hukum pidana dalam UU Minerba yang memuat asas legalitas pada pasal 158 dan asas kulpabilitas (kesalahan) berupa tiadanya izin usaha pertambangan. Adapun prinsip hukum berupa Fiksi Hukum, menegaskan bahwa setiap orang atau masyarakat tidak dapat menghindar dari delik pidana meskipun pihak tersebut belum mengerti hukum perizinan penambangan mineral dan batu bara. Kedua faktor-faktor yang mempengaruhi PETI meliputi Instrumen hukum berisi tentang semua dokumen yang bernilai hukum, baik tertulis maupun tidak tertulis, komponen kelembagaan yang mencakup sarana dan prasarana serta semua aspek keorganisasian, sumberdaya manusia dan kepemimpinan, sistem informasi dan komunikasi, komponen budaya hukum, pendidikan hukum, dan sosialisasi hukum. Legal Substance berupa UU Minerba sudah memadai dalam memandu penegakan hukum pidana PETI dan inti dari faktor budaya hukum (legal culture ) dalam memandang etika lingkungan menjadi akar segala permasalahan PETI. Ketiga penegakan hukum tindak pidana PETI di masa yang akan datang perlu mengakomodir prinsip-prinsip penegakan hukum yang berbasis pada asesmen kasus, evaluasi kasus berbasis value for money dan meningkatkan literasi hukum terutama prinsip Fiksi Hukum.
Kata Kunci: Penegakan hukum, tindak pidana PETI, Fiksi Hukum

Informasi Item

Actions (login required)

View Item
View Item
Repository UNISSULAPerpustakaan Universitas Islam Sultan Agung

Telusur

Layanan

Informasi

  • AlamatJl. Raya Kaligawe KM 4, Semarang 50112
  • PelayananSenin–Jumat, 07.00–18.00 WIB
    Sabtu, Minggu & hari libur tutup.
  • NPP3302202D2011823
© 2026 Perpustakaan Universitas Islam Sultan Agung. Hak cipta karya tetap pada penulis masing-masing. KebijakanOAI-PMHRSSDijalankan dengan EPrints