Ariyani, Ika Setya (2018) PERAN KEPOLISIAN DALAM MENGIDENTIFIKASI SIDIK JARI PELAKU TINDAK PIDANA (Studi di Polda Jateng). Undergraduate thesis, Fakultas Hukum UNISSULA.
File 1. COVER.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (652kB)
File 2. ABSTRAK.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (166kB)
File 3. DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (809kB)
Pernyataan Publikasi.jpg
Restricted to Repository staff only
File Pdf (182kB)
File 4. BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (198kB)
File 5. BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (478kB)
File 6. BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (593kB)
File 7. BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (93kB)
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf
Restricted to Repository staff only
File Pdf (158kB)
Abstract
Identifikasi sidik jari merupakan bantuan teknis Kepolisian dan memegang peran penting dalam pembuktian identitas pelaku tindak pidana, mampu memberikan dukungan secara cepat, tepat dan akurat serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepolisian dalam proses mengidentifikasi sidik jari guna mengungkap pelaku tindak pidana dan untuk mengetahui kendala-kendala yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan proses mengidentifikasi sidik jari oleh kepolisian guna mengungkap pelaku tindak pidana.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Empiris dengan menganalisis permasalahan dengan menggabungkan aspek Yuridis yaitu peraturan perundang-undangan yang merupakan data sekunder dan aspek Empiris dengan melakukan wawancara dan observasi di lokasi penelitian yang merupakan data primer. Penelitian ini bersifat Deskriptif, dengan menjelaskan, menguraikan, menggambarkan dan menjabarkan data-data yang diperoleh secara tepat dan objektif mengenai suatu keadaan seadanya. Penulis menggunakan Metode Pengumpulan Data melalui pengamatan dan pengindraan sebagai data primer dengan terlibat secara langsung dalam Wawancara dan Observasi ke Kantor Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Tengah dan menggabungkannya dengan data sekunder yaitu Peraturan Perundang-undangan.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1. Peran Kepolisian dalam proses Mengidentifikasi Sidik Jari Pelaku Tindak Pidana yang dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut: Tahap Persiapan; Tahap Pelaksanaan Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TP TKP); Tahap Olah Tempat Kejadian Perkara (Olah TKP); Tahap Pembebasan Tempat Kejadian Perkara; Tahap Pemeriksaan Perbandingan Persamaan Sidik Jari dilakukan oleh Unit Daktiloskopi bidang Daktiloskopi Kriminal (Daktikrim) di bawah Seksi Identifikasi Ditreskrimum Polda Jateng, yang berwenang dalam perumusan, pemeriksaan, perbandingan persamaan sidik jari guna mengungkap identitas pelaku tindak pidana. 2. Kendala-Kendala yang Menjadi Penghambat dalam Pelaksanaan Proses Identifikasi Sidik Jari oleh Kepolisian guna Mengungkap Pelaku Tindak Pidana: a. Kendala dari dalam Kepolisian (Kendala Internal) terdiri dari: Kurang kejelian dan ketelitian, dan Sarana Prasarana yang kurang fleksibel; b. Kendala dari luar Kepolisian (Kendala Eksternal) terdiri dari: Tempat Kejadian Perkara, Faktor Masyarakat, Faktor Cuaca, Faktor Waktu.
Kata Kunci: kepolisian, identifikasi, sidik jari, tindak pidana
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum Fakultas Hukum > Mahasiswa FH - Skripsi Ilmu Hukum |
| Date Deposited: | 29 Oct 2018 04:49 |
| Last Modified: | 29 Oct 2018 04:49 |
| URI: | https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/11738 |
