AS’ARI, WAHID HASYM (2018) HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL (SHALAT TAHAJUD) DENGAN KONSEP DIRI PADA REMAJA DI PONDOK PESANTREN. Undergraduate thesis, Fakultas Ilmu Keperawatan UNISSULA.

[thumbnail of 1. HALAMAN JUDUL.pdf]
Preview
Text
1. HALAMAN JUDUL.pdf

| Preview Download (801kB)
[thumbnail of 2. ABSTRAK.pdf]
Preview
Text
2. ABSTRAK.pdf

| Preview Download (296kB)
[thumbnail of 3. DAFTAR ISI.pdf]
Preview
Text
3. DAFTAR ISI.pdf

| Preview Download (92kB)
[thumbnail of 4. BAB I.pdf]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

| Preview Download (317kB)
[thumbnail of 5. BAB II.pdf] Text
5. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (302kB)
[thumbnail of 6. BAB III.pdf] Text
6. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (183kB)
[thumbnail of 7. BAB IV.pdf] Text
7. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (174kB)
[thumbnail of 8. BAB V.pdf] Text
8. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (329kB)
[thumbnail of 9. BAB VI.pdf] Text
9. BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

| Preview Download (87kB)
[thumbnail of 10. DAFTAR PUSTAKA.pdf]
Preview
Text
10. DAFTAR PUSTAKA.pdf

| Preview Download (85kB)
[thumbnail of PUBLIKASI.pdf]
Preview
Text
PUBLIKASI.pdf

| Preview Download (712kB)

Abstract

Latar Belakang: Konsep diri positif yang dimiliki oleh remaja dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah pada hidupnya. Sedangkan jika remaja memiliki konsep diri negatif dia akan merasa dirinya tidak aman dan sikap kurang menerima atau menghargai dirinya sendiri, sehingga kemampuan untuk menyelesaikan masalah berkurang dengan shalat tahajud, kondisi ini dapat dimiliki remaja seperti kesehatan fisik dan ketenangan jiwa. Shalat dapat menjadi obat dan solusi efektif dari permasalahan – permasalahan hidupnya (Salim, 2009). Kemudian Islam juga menganjurkan manusia melaksanakan shalat tahajud, salah satu shalat sunnah yang dikerjakan ditengah malam ketika orang lain masih terlelap. Shalat tahajud ini merupakan salah satu hal untuk dapat dilakukan agar remaja memiliki konsep diri positif.
Metode: Uji yang dilakukan penelitian ini adalah uji chi-square. Penelitian ini dilakukan pada remaja dipondok pesantren di pondok pesantren Al ishlah Mangkang pada bula Januari dengan jumlah responden sebanyak 60 orang. Analisa univariat dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana karakteristik responden, sedangkan analisa bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual (shalat tahajud) dengan konsep diri pada remaja di pondok pesantren Al ishlah Mangkang.
Hasil: Pada usia responden mayoritas adalah 16 tahun yakni sebanyak 28 responden dengan persentase (46,7%) dan usia responden paling sedikit terdapat pada usia 18 tahun sebanyak 3 responden dengan persentase (5,0%). Tingkat melakukan shalat tahajud 57 responden dengan persentase (95,0%) berada dalam kategori melakukan shalat tahajud, sedangkan sebanyak 3 responden dengan persentase (5,0%) terdapat pada kategori tidak melakukan shalat tahajud. Pada konsep diri diketahui bahwa mayoritas responden adalah 55 responden dengan persentase (91,7%) berada dalam kategori konsep diri positif, sedangkan sebanyak 5 responden dengan persentase (8,3%) terdapat pada kategori konsep diri negatif.

Kata Kunci : Kebutuhan Spiritual, Konsep Diri

Dosen Pembimbing: UNSPECIFIED | UNSPECIFIED
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: Fakultas Ilmu Keperawatan
Fakultas Ilmu Keperawatan > Ilmu Keperawatan
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 03 May 2018 01:46
Last Modified: 03 May 2018 01:46
URI: https://repository.unissula.ac.id/id/eprint/10668

Actions (login required)

View Item View Item