ANALISA UNJUK KERJA LIGHTNING ARRESTER TERHADAP GANGGUAN HUBUNG SINGKAT
Berkas Tugas Akhir
COVER.pdf
Restricted to Registered users only
ABSTRAK.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR ISI.pdf
Restricted to Registered users only
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Registered users only
PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Jaringan transmisi adalah jaringan yang memegang peranan yang penting dalam proses penyaluran daya listrik dari pembangkit sampai ke Gardu Induk. Sistem Tenaga listrik yang sering terkena gangguan hubung singkat di Gardu Induk terutama pada peralatan transformator.Transformator merupakan instalasi listrik yang paling mahal dan rawan terhadap hubung singkat sehingga dapat terjadi kerusakan dan untuk mengurangi pengaruh buruk dari hubung singkat itu sendiri maka diperlukan proteksi Lightning Arrester. Sesuai dengan cara kerja Ligthning pada kondisi kerja yang normal, arrester berlaku sebagai isolasi tetapi bila timbul surja akibat adanya hubung singkat maka arrester akan berlaku sebagai konduktor yang berfungsi melewatkan aliran arus yang tinggi ketanah. Setelah tegangan hubung singkat hilang maka arrester harus dengan cepat kembali berlaku sebagai isolator.
Penelitian ini memfokuskan untuk menganalisa keluaran tegangan dan keluaran arus pada arrester. Simulasi dilakukan menggunakan MATLAB R2014a 8.3 untuk mengetahui unjuk kerja Lightning Arrester. Jika terjadi gangguan hubung singkat pada transformator, maka diperlukan lightning arrester untuk proteksi yang melindungi gangguan hubung singkat.
Setelah dilakukan simulasi memakai arrester dan tanpa arrester diperoleh nilai tegangan tanpa arrester 1 fasa ketanah pada fasa R 371,68 kV, 2 fasa pada fasa R 416,05 kV dan fasa S 385,92 kV , 2 fasa ke tanah pada fasa R 371,58 k V, fasa S 541,79 k V, dan 3 fasa diperoleh nilai tegangan fasa R 371,56 kV, fasa S 541,68 kV, dan fasa T 479,92 kV. Sedangkan dengan memasangan arrester diperoleh nilai tegangan dengan arrester 1 fasa ketanah pada fasa R 232,50 kV, 2 fasa pada fasa R 236,11 kV dan fasa S 229,72 kV, 2 fasa ke tanah pada fasa R 232,53 kV, fasa S 231,75 kV, dan 3 fasa diperoleh nilai tegangan fasa R 232,53 kV, fasa S 231,75 kV, dan fasa T 236,31S kV.
Kata kunci : Pemodelan, Lightning arrester, Gangguan hubung singkat, MATLAB R2014a
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
