PENERAPAN DEEP BREATHING RELAXATION TECHNIQUE PADA PASIEN TRANSURETRAL RESECTION OF PROSTATE
Berkas Tugas Akhir
Bab II.pdf
Restricted to Registered users only
Bab III.pdf
Restricted to Registered users only
Bab IV.pdf
Restricted to Registered users only
Bab V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Latar Belakang : BPH (Benigna Prostate Hyperlapsia) merupakan suatu penyakit yang diakibatkan karena adanya pembesaran kelenjar prostat yang terjadi pada mayoritas laki-laki yang berusia lebih dari 40 tahun. Pembesaran kelenjar prostate akan mengakibatkan terjadinya obstruksi pada saluran kemih. Pengobatan untuk menghancurkan obstruksi pada klien BPH adalah dengan melakukan tindakan pembedahan yang disebut TRUP (Transurethral Resection of Prostat). Efek dari pembedahan ini adalah respon ketidaknyamanan berupa nyeri. Kebanyakan individu belum bisa untuk mengontrol respon nyeri. Sebagai Tenaga kerawatan medis penulis menerapkan tindakan Deep Breathing RelaxationTechnique sebagai tindakan mandiri penanganan nyeri pada klien pasca operasi.
Tujuan : Untuk mengetahui penurunan skala nyeri menggunakan Deep Breathing Realxation
Technique pada pasien pasca operasi Benigna Prostate Hyperlapsia dengan
Metode : metode penelitian yang digunakan penulis adalah metode studi kasus.
Hasil : Setelah dilakukannya tindakan Deep Breathing Relaxation Technique selama 3x24 jam didapatkan hasil adanya penurunan intensitas skala nyeri pasca operasi TURP. Klien merasa lebih nyaman karena nyeri berkurang.
Kesimpulan : Deep Breathing Relaxation Technique efektif dalam menurunkan intensitas skala nyeri pasca Operasi.
Kata Kunci : BPH, TURP , Deep Breathing Relaxation Technique
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
