PENGARUH VITAMIN C DAN VITAMIN E TERHADAP STABILITAS EGCG (Epigallocathecin Gallate) PADA FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.)

Sukryana, Wa Ode Sitti (2017) PENGARUH VITAMIN C DAN VITAMIN E TERHADAP STABILITAS EGCG (Epigallocathecin Gallate) PADA FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L.). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI_1.pdf

Download (190kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB 1.pdf

Download (35kB) | Preview
[img] Text
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB)
[img] Text
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB)
[img] Text
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[img] Text
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (902kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (178kB) | Preview

Abstract

Daun teh hijau (Camellia sinensis L.)memiliki kandungan senyawa EGCG tertinggi. EGCG memiliki sifat yang tidak tahan panas, mudah mengalami oksidasi dan tidak stabil selama penyimpanan. Untuk mencegah terjadinya oksidasi maka dilakukan penambahan antioksidan alami yaitu vitamin C dan vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C, vitamin E dan kombinasi vitamin C dan vitamin E terhadap stabilitas EGCG pada fraksi etil asetat ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.). Jenis penelitian ini adalah experimental dengan post test only control group design.Ekstrak daun teh hijau(Camellia sinensis L.)didekoktasi 90oC selama 30 menit, kemudian dilakukan ekstrim dingin dan diberi vitamin C, vitamin E dan kombinasi vitamin C dan vitamin E yang di simpan pada hari ke-0 dan hari ke-15 pada suhu 2oC, dilakukan fraksinasi dengan etil asetat. Kadar EGCG diuji menggunakan HPLC, diananlisis menggunakanOne Way Anovadengan taraf kepercayaan 95%. Ekstrak daun teh hijau yang ditambah vitamin C menghasilkan kadar EGCG lebih tinggi dibanding vitamin E, kombinasi vitamin C dan vitamin E serta kontrol (23,82%w/w dibanding 23,56%w/w, 15,98%w/w, 13,65%w/w). Buffer solution pH-4 menghasilkan kadar EGCG paling tinggi (29,045w/w). Ektrak daun teh hijau dengan metode ekstrim dingin dan penurunan pH-4 dengan penambahan vitamin C menghasilkan kadar EGCG lebih tinggi dibanding vitamin E dan kombinasi vitamin C dan vitamin E. Kata kunci: Camellia sinensis L., EGCG, vitamin C, vitamin E

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Farmasi
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:14
Last Modified: 24 Nov 2017 02:14
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7511

Actions (login required)

View Item View Item