WARDIATI, WARDIATI (2024) ANALISIS KRIMINOLOGI BALAPAN LIAR TERHADAP KENAKALAN ANAK (Studi Kasus Wilayah Hukum Polrestabes Medan). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300550_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300550_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (47kB) |
Abstract
Salah satu kenakalan remaja yang sering terjadi adalah kegiatan balapan liar motor. Banyak diantara remaja yang lebih menuruti ego dan keinginanan perkumpulannnya daripada memikirkan keselamatannya, hanya didasari persaingan untuk memperoleh sesuatu hal, adu kecepatan kendaraan yang dimilikinya, berebut pacar, atau uang yang dipertaruhkan. Tujuan penelitian dalam penelitian ini: 1).untuk mengetahui bagaimana Analisis kriminologi Balapan Liar terhadap kenakalan Anak ( studi kasus wilayah hukum polrestabes medan ) saat ini; 2).untuk mengetahui apa saja kelemahan Analisis kriminologi Balapan Liar terhadap kenakalan Anak ( studi kasus wilayah hukum polrestabes medan ) saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, dengan metode penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder yang akan dianalisis secara kualitatif. Permasalahan penelitian dianalisis menggunakan teori tujuan hukum dan teori pemidanaan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:1) Analisis kriminologi Balapan Liar terhadap kenakalan Anak ( studi kasus wilayah hukum polrestabes medan ) saat ini bahwa analisis kriminologi dalam kasus balap liar dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya perilaku tersebut. Ketidakseimbangan antara tujuan sosial yang diinginkan dan sumber daya yang tersedia dapat memicu tekanan yang mendorong individu untuk mencari alternatif, termasuk terlibat dalam balap liar; 2).Kelemahan Analisis kriminologi Balapan Liar terhadap kenakalan Anak ( studi kasus wilayah hukum polrestabes medan ), yaitu: Kelemahan dari sisi substansial, yaitu kurangnya jumlah anggota yang bertugas untuk mengawasi setiap tempat-tenpat yang dianggap sebagai arena kegaiatan balap motor liar. Kelemahan dari sisi struktural yaitu antara kepolisian dan masyarakat belum ada hubungan kerjasama yang resmi. Kelemahan dari sisi kultural yaitu sebagian masyarakat yang bersikap pasif atau terkesan tidak peduli terhadap tindakan balap motor liar. Kemudian kurangnya komunikasi antara para remaja dengan pihak Kepolisian mengenai perlombaan balap motor. Kata Kunci : Kriminologi, Balapan Liar, Kenakalan Anak
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 24 Feb 2025 06:29 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38503 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |