PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM BERBASIS KEADILAN (Studi Kasus: Lembaga Bantuan Hukum Walabi Merauke)

LAITUPA, ILHAM SOLIHIN (2024) PERAN LEMBAGA BANTUAN HUKUM DALAM MEMBERIKAN BANTUAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM BERBASIS KEADILAN (Studi Kasus: Lembaga Bantuan Hukum Walabi Merauke). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300397_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300397_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50kB)

Abstract

Anak yang berkonflik dengan hukum seharusnya mendapat bantuan hukum secara otomatis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH), karena seorang anak belum dapat melakukan perikatan secara hukum karena belum cakap secara hukum. Pasal 18 UU Perlindungan Anak, Oleh karena itu, penanganan terhadap anak yang berhadapan mereka sehingga membuyarkan harapan mereka menjadi pemuda yang dapat berguna bagi bangsanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis peran lembaga bantuan hukum dalam memberikan bantuan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum; serta untuk menganalisis hambatan dan solusi pelaksanaan lembaga bantuan hukum dalam memberikan bantuan hukum terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Metode pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis sosiologis, menggunakan data primer dan data sekunder, dianalisis secara kualitaif. Penelitian ini lebih spesifikasi dengan melakukan penelitian deskriptif analisis. Teori yang di gunakan adalah teori keadilan dan teori sistem hukum. Hasil penelitian ini adalah (1) Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Walabi Merauke berperan penting dalam mewujudkan keadilan bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) melalui pendekatan berbasis keadilan. LBH Walabi mendampingi seorang anak berinisial S. yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia. LBH memberikan pendampingan sejak tahap penyidikan hingga persidangan, memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk mendapatkan proses hukum yang adil dan tidak diskriminatif. Hal ini menjadi bukti konkret kontribusi LBH Walabi dalam memperjuangkan keadilan berbasis hak asasi anak di sistem hukum Indonesia. (2) Hambatan yang dihadapi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Walabi Merauke dalam memberikan bantuan hukum kepada Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) meliputi kelemahan pada faktor substansi hukum, struktur hukum, dan budaya hukum. Secara substansi hukum, inkonsistensi dalam implementasi UU Nomor 11 Tahun 2012 sering terjadi akibat kurangnya pemahaman aparat penegak hukum terhadap prinsip-prinsip perlindungan anak. Pada faktor struktur hukum, keterbatasan jumlah tenaga hukum terlatih dengan pemahaman mendalam mengenai peradilan anak. Sementara itu, pada faktor budaya hukum, rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya bantuan hukum dan hak-hak anak. Untuk mengatasi hambatan ini, Adapun solusinya dengan peningkatan pelatihan aparat penegak hukum tentang pendekatan ramah anak, perluasan akses tenaga hukum di daerah terpencil, dan edukasi hukum yang lebih intensif kepada masyarakat. Kata Kunci: ; Lembaga Bantuan Hukum; Hukum Pidana; Anak.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 05 Mar 2025 06:25
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38345

Actions (login required)

View Item View Item