ALFIANDA, DONI AKBAR (2024) IMPLEMENTASI ASAS KEPENTINGAN TERBAIK BAGI ANAK YANG MELAKUKAN PENGULANGAN TINDAK PIDANA PENCURIAN (Studi Putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2020/PN Bek). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300341_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300341_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (113kB) |
Abstract
Perbuatan yang dilakukan seorang anak tidak dapat disamakan dengan perbuatan yang dilakukan oleh orang dewasa, dalam hal anak melakukan perbuatan pidana untuk penyelesaiannya diatur khusus menggunakan Undang Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Penjatuhan hukuman yang tidak tepat akan mengakibatkan dampak negatif bagi kehidupan anak selanjutnya. Dalam penelitian ini, akan membahas permasalahan bagaimana pertimbangan hakim dalam memutus perkara pencurian yang dilakukan anak yang melakukan pengulangan tindak pidana pencurian dalam putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2020/PN Bek dan akan menganalisis bagaimana penerapan asas kepentingan terbaik bagi anak dalam putusan hakim sehingga dapat memberikan putusan yang terbaik bagi diri Anak . Metode penelitian yang digunakan dengan pendekatan yuridis normatif atau pendekatan melalui studi pustaka, serta spesifikasi penelitian adalah bersifat deskriptif analitis dengan metode analisis digunakan adalah analisis dengan pendekatan perundangan-undangan. Dalam menjawab dan menganalisis permsalahan penelitian ini menggunakan 2 (dua) teori yaitu teori perlindungan hukum dan teori tujuan hukum dari gustav radbruch. Hasil dari penelitian ini bahwa Implementasi asas kepentingan terbaik bagi anak dalam putusan Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2020/PN Bek belum sepenuhnya memenuhi asas tersebut, karena dalam putusan tersebut masih memberikan hukuman berupa pidana penjara bagi anak dan Implementasi Asas kepentingan terbaik bagi anak sebagai pelaku pengulangan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh anak dapat dilakukan dengan pendekatan restoratif pada proses pemeriksaan di Pengadilan sebagaimana pasal 5 ayat (1) Undang Undang Nomor 11 tahun 2012. Oleh karena itu perlu dipahami bahwa Aparat Penegak Hukum khususnya Hakim dalam tingkat persidangan harus selalu menggunakan pendekatan restoratif dalam penjatuhan putusan dalam perkara pencurian yang dilakukan anak dengan pengulangan tindak pidana. Kata Kunci : asas kepentingan terbaik bagi anak, anak, tindak pidana pencurian, pengulangan tindak pidana
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 03 Mar 2025 06:21 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38306 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |