PERLINDUNGAN DOKTER FORENSIK DALAM IDENTIFIKASI KORBAN MATI AKIBAT BENCANA MASAL DI YOGYAKARTA

KADARMO, DHIWANGKORO AJI (2024) PERLINDUNGAN DOKTER FORENSIK DALAM IDENTIFIKASI KORBAN MATI AKIBAT BENCANA MASAL DI YOGYAKARTA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300331_fullpdf.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300331_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (47kB)

Abstract

Perlindungan hukum bagi dokter forensik yang tergabung dalam tim Disaster Victim Identification saat menangani identifikasi korban bencana massal sangat penting. Hal ini dikarenakan tugas mereka yang kompleks dan berisiko tinggi, baik dari segi fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan perlindungan Dokter Forensik dalam mengidentifikasi korban mati akibat bencana masal; untuk menganalisis dan menemukan hambatan perlindungan Dokter Forensik dalam mengidentifikasi korban mati akibat bencana masal; untuk memformulasi perlindungan hukum Dokter Forensik dalam mengidentifikasi korban mati akibat bencana masal. Penelitian ini menggunakan teori perlindungan hukum dan teori sistem hukum, metode penelitian yang digunakan yuridis empiris, spesifikasi penelitian deskriptif analisis, jenis data primer dan data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier, sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan studi lapangan, serta data dianalisis secara deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukan perlindungan hukum Dokter Forensik dalam mengidentifikasi korban mati akibat bencana masal dalam UU Kesehatan belum mengatur secara spesifik terkait dokter forensik yang menjadi bagian dari tim Disaster Victim Identification. Hambatan-hambatan perlindungan hukum Dokter Forensik dalam mengidentifikasi korban mati akibat bencana masal yakni hambatan struktur hukum dimana persebaran tenaga dokter polisi DVI yang kurang. b). hambatan subtansi hukum yakni Pasal 157 UU Kesehatan belum mengatur keberadaan Disaster Victim Identification dan siapa saja yang berhak untuk mengeluarkan hasil identifikasi pada operasi DVI terhadap bencana masal. c). hambatan budaya hukum dimana budaya hukum akan sadar bencana masih kurang yang mengakibatkan proses evakuasi mengalami hambatan yang mengakibatkan banyaknya korban jiwa setiap terjadi bencana massal serta budaya sadar pentingnya identifikasi bagi korban yang meninggal akibat bencana masal. Formulasi perlindungan Dokter Forensik dalam mengidentifikasi korban mati akibat bencana masal yakni dengan membuat Regulasi yang Jelas, adanya Asuransi Profesi, Penyediaan layanan konseling dan dukungan psikologis untuk membantu dokter forensik mengatasi trauma dan stres akibat pekerjaan mereka, Pelatihan dan Pengembangan Kompetensi serta Perlindungan Hukum dari Lembaga. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Dokter Forensik, Bencana Massal

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 26 Feb 2025 07:28
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38297

Actions (login required)

View Item View Item