Afifat, Afifat (2024) DIVERSI SEBAGAI BENTUK PENYELESAIAN PERKARA ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM MELALUI PENDEKATAN RESTORATIVE JUSTICE OLEH PENYIDIK (Studi Penelitian di Polres Wonosobo). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300278_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300278_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (118kB) |
Abstract
Polisi sebagai garda terdepan dalam penegakan hukum memiliki tanggungjawab yang cukup besar untuk mensinergikan tugas dan wewenang Polri sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia Dalam menangani anak yang berkonflik dengan hukum, polisi senantiasa harus memperhatikan kondisi anak yang berbeda dari penanganan orang dewasa. Salah satu solusi yang dapat ditempuh dalam penanganan perkara tindak pidana anak ialah pendekatan restorative juctice, yang dilaksanakan dengan cara pengalihan (diversi). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis (1) kualifikasi diversi untuk penanganan anak yang berkonflik dengan hukum, (2) implikasi fungsi diversi penyidik dengan konsep restorative justice terhadap anak yang berkonflik dengan hukum, (3) kendala penerapan restorative justice dalam diversi penyidik terhadap anak yang berkonflik dengan hukum. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan atau dari sumber pertama dan belum diolah oleh pihak lain. Sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian kepustakaan yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan: (1) Pasal 6 Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, menentukan bahwa tujuan diversi adalah: mencapai perdamaian antara korban dan anak; menyelesaikan perkara anak di luar proses peradilan; menghindarkan anak dari perampasan kemerdekaan; mendorong masyarakat untuk berpartisipasi; dan menanamkan rasa tanggung jawab kepada anak. (2) Dalam tahap penyidikan memiliki beberapa tahapan yaitu, tahapan penyidikan di Kepolisian apabila di kepolisian diversi berhasil maka hasil kesepakatan diversi akan diawasi oleh balai pemasyarakatan. Namun, apabila gagal maka diversi akan dilanjutkan ke jaksa penuntut umum dan tetap dilakukan pengawasan oleh balai pemasyarakatan. Pada dasarnya dalam melakukan penangkapan terhadap anak yang melakukan tindak pidana, petugas polisi tidak berpakaian seragam melalaikan pakaian biasa (preman). (3) Kendala yang dialami oleh Penyidik dalam melaksanakan proses diversi sebagai upaya restorative justice terhadap anak yang berhadapan dengan hukum adalah anak tidak mau mengakui perbuatannya; keluarga anak bersikap tidak mau tahu; tidak ada bantuan hukum; pihak keluarga korban tidak menginginkan tersangka dibebaskan. Kata Kunci: Diversi, Anak yang Berhadapan Dengan Hukum, Penyidik.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 05 Mar 2025 06:40 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38238 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |