SAPUTRA, DAFIT DWI (2024) PENERAPAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP TINDAK PIDANA LALU LINTAS KORBAN MENINGGAL DUNIA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DI BAWAH UMUR (Penelitian di Polres Pekalongan Kota). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300050_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300050_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (49kB) |
Abstract
Penelitian ini mengenai Penerapan Restorative Justice Terhadap Tindak Pidana Lalu Lintas Korban Meninggal Dunia yang Dilakukan Oleh Anak di Bawah Umur (Penelitian di Polres Pekalongan Kota) bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penerapan restorative justice terhadap tindak pidana lalu lintas korban meninggal dunia yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Polres Pekalongan Kota, hambatan yang dihadapi dan cara mengatasinya. Metode pendekatan yang digunakan yakni yuridis sosiologis. Pengumpulan data melalui wawancara dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan secara kualitatif. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan restorative justice terhadap tindak pidana lalu lintas korban meninggal dunia yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Polres Pekalongan Kota dilaksanakan melalui upaya diversi yakni pengalihan penyelesaian perkara Anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana sebagaimana diamanatkan oleh Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Prinsip restorative justice ditinjau dari sistem hukum pidana sebagai penyimpangan penyelesaian perkara dari paradigma konsep restributive justice. Restorative justice melakukan perubahan orientasi peradilan pidana dari orientasi pemidanaan dan perbaikan terhadap perilaku pelaku kejahatan, ke orientasi pemulihan kerugian korban, dan pemulihan kerusakan dalam masyarakat yang ditimbulkan oleh kejahatan, serta reintegrasi antara korban, pelaku, dan masyarkat. Hambatan dalam penerapan restorative justice terhadap tindak pidana lalu lintas korban meninggal dunia yang dilakukan oleh anak di bawah umur di Polres Pekalongan Kota antara lain terjadinya Deadlock mengenai besarnya ganti rugi, kepada korban, kesulitan dalam menghadirkan keluarga Anak Pelaku maupun Korban dalam hal anak pelaku dan atau korban bertempat tinggal di wilayah hukum lain dan atau tidak diketahui alamatnya, adanya jeda waktu dalam pemberian ganti rugi, rendahnya pemahaman masyarakat tentang restorative justice dan diversi, memburuknya citra Polri di mata masyarakat. Cara mengatasi hambatan yaitu memberikan kesempatan pada masing-masing pihak untuk berembug di tempat khusus dan atau fasilitator melakukan pertemuan terpisah dengan para pihak, pendampingan oleh Pembimbing Kemasyarakatan, meminimalisir terjadinya jeda pembayaran pengembalian kerugian, memberi pemahaman tentang restorative justice dan diversi pada masyarakat dan meningkatkan profesionalisme anggota Polri dan menjalin hubungan dengan masyarakat. Kata Kunci : Restorative Justice, Kecelakaan Lalu-lintas, Anak
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 05 Mar 2025 02:30 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37985 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |