ANALISIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL DOKTER TERHADAP PASIEN (Studi Putusan Nomor 114/Pid.Sus/2021/PN Idi)

Yuliani, Dian (2024) ANALISIS PUTUSAN HAKIM DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PELECEHAN SEKSUAL DOKTER TERHADAP PASIEN (Studi Putusan Nomor 114/Pid.Sus/2021/PN Idi). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302100151_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302100151_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (48kB)

Abstract

Tindak pidana pelecehan seksual bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja, termasuk oleh dokter terhadap pasien sebagaimana diatur dalam Pasal 294 ayat (2) ke-2 KUHP. Banyak kasus pelecehan seksual oleh doker kepada pasien dan sudah diputus pidana oleh pengadilan, namun ada yang diputus lepas dari tuntutan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisi dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan perkara pelecehan seksual dokter terhadap pasien pada putusan Nomor 114/Pid.Sus/2021/PN.Idi, kelemahan putusan hakim dalam perkara tindak pidana pelecehan seksual dokter terhadap pasien pada putusan Nomor 114/Pid.Sus/2021/PN Idi, dan menganalisis putusan hakim dalam tindak pidana pelecehan seksual oleh dokter terhadap pasien di masa yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, jenis data yang digunakan adalah data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pemidanaan, teori sistem hukum dan teori kepastian hukum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan perkara pelecehan seksual dokter terhadap pasien pada putusan Nomor 114/Pid.Sus/2021/PN.Idi sudah tepat, yaitu terpenuhinya dakwaan dan dihubungkan dengan alat bukti yang ada sehingga tidak ada unsur melawan hukum, karena tindakan tersebut dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan pasien. Kelemahan putusan hakim dalam perkara tindak pidana pelecehan seksual dokter terhadap pasien pada putusan Nomor 114/Pid.Sus/2021/PN Idi adalah tidak dilakukannya sidang Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), tidak adanya koordinasi antara pihak aparat penegak hukum baik penyidik, JPU maupun hakim sendiri dengan tidak dihadirkannya saksi ahli dokter forensik, serta tidak adanya pengaduan dari pihak korban pada MKDKI atas tindakan pelecehan dokter terhadap diri korban. Putusan hakim dalam tindak pidana pelecehan seksual oleh dokter terhadap pasien di masa yang akan datang diharapkan dapat memberikan keadilan dan perlindungan bagi korban yang berkepastian hukum. Kata kunci : putusan hakim, pelecehan seksual, dokter, pasien

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 05 Mar 2025 02:15
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37911

Actions (login required)

View Item View Item