HUBUNGAN ANTARA JENIS AKTIVITAS FISIK DAN FREKUENSI MAKAN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (Studi Observasional Analitik Pada Mahasiswa Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung)

Sari, Riyanti Ardiyana (2024) HUBUNGAN ANTARA JENIS AKTIVITAS FISIK DAN FREKUENSI MAKAN DENGAN INDEKS MASSA TUBUH (Studi Observasional Analitik Pada Mahasiswa Angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung). Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Kedokteran Umum_30102000153_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Kedokteran Umum_30102000153_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (242kB)

Abstract

Angka obesitas di Indonesia cukup tinggi. Peningkatan prevalensi obesitas dipengaruhi oleh jenis aktivitas fisik dan frekuensi makan. Rendahnya aktivitas fisik pada mahasiswa dapat mempengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMT). Frekuensi makan yang tidak teratur menyebabkan ketidakseimbangan kebutuhan energi tubuh yang dapat berpengaruh terhadap IMT. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara jenis aktivitas fisik dan frekuensi makan dengan IMT pada mahasiswa angkatan 2023 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK UNISSULA). Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan sampel pada penelitian ini berjumlah 233 responden secara consecutive sampling. Aktivitas fisik diukur dengan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan dikategorikan menjadi aktivitas rendah, aktivitas sedang dan aktivitas tinggi. Frekuensi makan diukur dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan dikategorikan menjadi kurang, sedang dan lebih. IMT diukur secara langsung berdasarkan berdasarkan berat badan dan tinggi badan. IMT dikategorikan menjadi underweight, normal dan overweight. Hubungan antara aktivitas fisik dan frekuensi makan dengan IMT diuji menggunakan korelasi Spearman. Aktivitas fisik mahasiswa FK UNISSULA tergolong rendah pada 92 (39,5%) mahasiswa, 78 (33,5%) mahasiswa memiliki aktivitas fisik tinggi dan 63 (27,0%) mahasiswa memiliki aktivitas fisik sedang. Frekuensi makan mahasiswa FK UNISSULA tergolong kurang pada 145 (62,2%) mahasiswa, 71 (30,5%) mahasiswa memiliki frekuensi makan cukup, dan 17 (7,7%) mahasiswa memiliki frekuensi makan baik. IMT mahasiswa FK UNISSULA tergolong normal pada 107 (45,9%) mahasiswa, 105 (45,1%) memiliki IMT overweight dan 21 (9,9%) mahasiswa memiliki IMT underweight. Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara jenis aktivitas fisik dan frekuensi makan dengan IMT. Kata kunci: Aktivitas Fisik, Frekuensi Makan, Indeks Massa Tubuh

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 18 Jul 2024 07:44
Last Modified: 18 Jul 2024 07:44
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/34596

Actions (login required)

View Item View Item