PENGARUH PENAMBAHAN PUTIH TELUR TERHADAP AKTIVITAS PENISILIN DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus YANG RESISTEN PENISILIN
Berkas Tugas Akhir
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Kasus resistensi bakteri terhadap antibiotik menjadi masalah serius dalam dunia kesehatan. Salah satu antibiotik yang dilaporkan resisten terhadap pengobatan infeksi Staphylococcus aureus adalah penisilin. Saat ini mulai dikembangkan solusi untuk meningkatkan sensitivitas antibiotik menggunakan bahan alami yang bersifat antimikroba seperti putih telur. Komponen antimikroba dalam putih telur adalah lisozim yang mampu memecah peptidoglikan dinding sel bakteri sehingga melisiskan bakteri yang sensitif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan putih telur terhadap aktivitas penisilin dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus yang resisten penisilin.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan post test only control groups design. Penelitian dilakukan dengan pemisahan putih telur menggunakan spuit, uji deteksi MRSA, uji kepekaan penisilin G, dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi cakram disk. Analisis statistik diakukan dengan Kruskal Wallis dan dilanjutkan Man Whitney.
Hasil analisis aktivitas antibakteri menunjukan bahwa penambahan putih telur pada konsentrasi 20-100% memiliki daya hambat semakin besar konsentrasi penambahan putih telur maka daya hambatnya juga semakin besar.
Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan putih telur mampu meningkatkan aktivitas antibakteri penisilin dalam menghambat bakteri Staphylococcus aureus yang resisten penisilin dengan konsentrasi paling optimal yaitu konsentrasi 100%.
Kata Kunci : Staphylococcus aureus, penisilin, putih telur, lisozim
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
