HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN TERJADINYA SINDROMA MATA KERING Studi Observasional Analitik pada Pengunjung dan Petugas di Stasiun Poncol Semarang

Faida, Soraya Nur (2016) HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DENGAN TERJADINYA SINDROMA MATA KERING Studi Observasional Analitik pada Pengunjung dan Petugas di Stasiun Poncol Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (83kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (746kB) | Preview
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (91kB)
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (188kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (214kB) | Preview

Abstract

Sindroma mata kering adalah suatu kumpulan gangguan yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan antara produksi dan ekskresi air mata sehingga menimbulkan gejala ketidaknyamanan pada mata. Sindroma mata kering dapat disebabkan oleh berbagai keadaan, salah satunya adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara merokok dengan terjadinya sindroma mata kering. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan penelitian crosssectional menggunakan sampel sebanyak 60 responden. Sampel adalah laki-laki pengunjung dan petugas di Stasiun Poncol Semarang berusia 20-40 tahun, yang merokok dan tidak merokok yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel yang termasuk kriteria inklusi diperiksa air matanya menggunakan tes Schirmer 1 oleh peneliti di Pos Kesehatan Stasiun Poncol Semarang. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian pada sampel yang merokok menunjukkan kejadian sindroma mata kering lebih tinggi (80,6%) dibandingkan dengan yang tidak merokok (25,0%). Hasil analisis dengan uji chi-squarediperoleh nilai p= 0,000 (p<0,05) dan nilai RP= 3,222 (IK95%: 1,582-6,562). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwaada hubungan antara merokok dengan terjadinya sindroma mata kering, dimana responden yang merokok 3,2 kali lebih tinggi menderita sindroma mata kering dibandingkan dengan responden yang tidak merokok. Kata kunci: Merokok, Sindroma Mata Kering

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 20 Sep 2016 06:53
Last Modified: 20 Sep 2016 06:53
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5085

Actions (login required)

View Item View Item