HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN KATARAK Studi Analitik Observasional pada Pasien Pria di Sultan Agung Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Ardiani, Millatiazmi Maulida (2016) HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT MEROKOK DENGAN KEJADIAN KATARAK Studi Analitik Observasional pada Pasien Pria di Sultan Agung Eye Center (SEC) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (721kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (104kB) | Preview
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (93kB)
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB)
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB)
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (176kB) | Preview

Abstract

Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang disebabkan oleh pemecahan protein atau bahan lain akibat proses oksidasi dan foto-oksidasi yang dapat berakhir dengan kebutaan. Beberapa faktor risiko berhubungan dengan kejadian katarak, seperti usia, konsumsi alkohol, konsumsi kortikosteroid, diabetes mellitus, paparan sinar UV-B, glaukoma, riwayat pembedahan intraokular, trauma mata, uveitis.Menurut data Depkes RI,katarak masih menjadi penyakit utama penyebab kebutaan di Indonesia danmerokok masih menjadi suatu budaya dan sudah dapat ditemukan mulai dari usia remaja sampai lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian katarak. Jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan case controldilakukan pada 80 orang pasienpria di Sultan Agung Eye Center (SEC) Semarangyang berusia 50-60 tahun. Sampel terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok kasus 40 orang katarak dan kelompok kontrol 40 orang non katarak. Pengambilan sampel melalui kuesioner dengan teknik wawancara dan rekam medis. Seluruh data yang diperoleh akan dianalisa secara bivariat untuk melihat hubungan antar variabel menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkanpada pria yang mempunyai riwayat merokok >10 batang perhari menunjukkan kejadian katarak lebih tinggi (33,8%) dibandingkan dengan kejadian non katarak (16,3%). Hasil uji chi-squarediperoleh p-value0,014(p<0,05)menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat merokok dengan kejadian katarak. Hasil penghitungan Odds Ratio menunjukkan 3,115 yang menunjukkan bahwa seseorang yang merokok>10 batang perhari mempunyai risiko terjadinya katarak 3 kali lebih besardibandingkan dengan seseorang yang merokok < 10 batang per hari dan tidak merokok. Simpulan terdapat hubungan antara riwayat merokok dengan kejadian katarak. Kata kunci: Merokok, Katarak, Pria

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 20 Sep 2016 06:41
Last Modified: 20 Sep 2016 06:41
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5035

Actions (login required)

View Item View Item