PSYCHOLOGYCAL WELL-BEING PADA SUAMI ISTRI YANG BELUM MEMILIKI KETURUNAN
Berkas Tugas Akhir
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Pencapaian keadaan psychology well-being individu menurut Ryyf (1998), pada suami atau istri yang belum memiliki keturunan dapat dilihat dari kemampuan seseorang dalam menerima kekurangan dan kelebihan diri, berhubungan baik dengan orang lain, menguasai lingkungan, memiliki tujuan hidup, dan dapat mengaktualisasi diri. Suami atau istri yang belum memiliki keturunan dapat mencapai psychology well-being dengan beberapa faktor seperti rasa bersyukur, pemaafan, harga diri, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keadaan psychology well-being pada pasangan suami istri yang sudah menikah tetapi belum memiliki keturunan. Penelitian ini menetapkan empat subjek suami atau istri yang belum memiliki keturunan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan design penelitian fenomenologi. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Validitas data dalam penelitian ini dipastikan dengan menggunakan perpanjangan observasi, menambah ketekunan dan teknik triangulasi. Hasil penelitian menemukan bahwa seluruh subjek memiliki tingkat penerimaan diri dan rasa kebersyukuran yang berbeda-beda yang berpengaruh terhadap psychology well-being masing-masing individu.
Kata Kunci : psychology well-being, pasangan suami istri
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
