STABILISASI LERENG METODE SOIL NAILING DI RUAS JALAN GIRIWOYO-GLONGGONG KM. SKA. 81+200 (KAB. WONOGIRI)

WIBOWO, AGUNG HARI (2022) STABILISASI LERENG METODE SOIL NAILING DI RUAS JALAN GIRIWOYO-GLONGGONG KM. SKA. 81+200 (KAB. WONOGIRI). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung.

[img] Text
20202000002_fullpdf.pdf

Download (4MB)
[img] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Lereng adalah bidang tanah dengan ketinggian dan kemiringan tertentu. Terdapat dua proses terbentuknya lereng: alami dan buatan. Lereng alami terbentuk berkat serangkaian proses alam sehingga relatif lebih stabil. Hal ini dikarenakan kecenderungan alam untuk mencapai kestabilannya sendiri. Lereng buatan adalah kondisi dimana topografi lokasi dibentuk melalui proses galian (cut) atau timbunan (fill) untuk keperluan tertentu. Tesis ini membahas mengenai angka keamanan (safety factor) lereng yang dibentuk untuk menyediakan ruang bagi trase Jalan Jalur Lintas Selatan yang berada di Ruas Jalan Giriwoyo – Glonggong KM. SKA. 81+200. Sudut lereng bentukan ± 60° dengan ketinggian vertikal 16 m. Analisa dilakukan pada tiga konsidi: lereng dalam keadaan normal (kondisi I), kondisi lereng terpengaruh air hujan (kondisi II), dan kondisi lereng full saturated (kondisi III). Perhitungan angka keamanan lereng eksisting dilakukan secara manual maupun dengan bantuan Software Geoslope 2012. Hasil perhitungan lereng eksisting tidak memenuhi nilai rekomendasi angka keamanan lereng permanen yang diberikan SNI 8460:2017, yakni sebesar 1,50. Perkuatan dilakukan dengan metode soil nailing dengan tipe drilled and grouted. Nail Bar yang digunakan adalah Baja Sirip diameter 25 mm (fy 420 MPa) dengan panjang 9,00 m. Diameter lubang yang di-grouting adalah 100 mm. Jarak antarnail secara vertikal dan horizontal adalah 1,50 m. Final facing menggunakan beton semprot (shotcrete). Hasil perhitungan menyatakan bahwa sudut aman pemasangan nail terhadap bidang horizontal adalah pada range 17° s/d 20°. Dari analisa yang dilakukan, sudut pemasangan nail memiliki pengaruh terhadap angka keamanan global lereng. SNI 8460:2017 memberikan rekomendasi sudut pemasangan nail 10° s/d 20° namun untuk kasus di lokasi penelitian tesis ini, sudut 10° s/d 16° tidak memenuhi syarat stabilitas internal (putus nail & cabut nail). Penulis melakukan simulasi perhitungan angka keamanan dengan variasi sudut pemasangan nail 10° s/d 20° dengan kesimpulan yang didapat adalah semakin besar sudut pemasangan nail maka semakin kecil nilai angka keamanan global lereng. Dengan model perkuatan yang telah dijelaskan, estimasi kebutuhan biaya yang diperlukan dalam upaya stabilisasi lereng di Ruas Jalan Giriwoyo – Glonggong KM. SKA. 81+200 adalah sebesar Rp. 3.462.199.100,- Kata Kunci: Stabilitas Lereng, Angka Keamanan, Soil Nailing

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik
Pascasarjana > Magister Teknik Sipil
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 05 Jan 2023 06:58
Last Modified: 05 Jan 2023 06:58
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/25694

Actions (login required)

View Item View Item