MAKNA SIMBOL KOMUNIKASI DALAM UPACARA ADAT NYADRAN GUNUNG DI DESA SILURAH KECAMATAN WONOTUNGAL KABUPATEN BATANG

Budyanto, Agus (2021) MAKNA SIMBOL KOMUNIKASI DALAM UPACARA ADAT NYADRAN GUNUNG DI DESA SILURAH KECAMATAN WONOTUNGAL KABUPATEN BATANG. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
31001500269_fulltextpdf.pdf

Download (4MB)
[img] Text
publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (287kB)

Abstract

Upacara Adat Nyadran Gunung Ranggakusumo merupakan upacara adat yang memiliki nilai sejarah, dalam pelaksanaan nyadran gunung menggunakan simbol-simbol yang mengkomunikasikan makna. Kurang pedulinya masyarakat akan warisan budaya yang pendahulu telah berikan menjadikan Nyadran Gunung di Desa Silurah tidak banyak yang mengetahui bahkan masyarakat dari Kabupaten Batang sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui berbagai makna yang terkandung dalam simbol-simbol yang ada pada upacara adat Nyadran Gunung di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Paradigma yang digunakan dalam peneliti ini adalah menggunakan paradigma konstruktivis. Dengan melakukan observasi, wawancara secara mendalam dan studi pustaka. Subjek dalam penelitian ini yaitu tokoh masyarakat dan Kepala bidang pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Batang. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan metode semiotika, menggunakan teori semiotika Triadic Charles Sanders Peirce yaitu sign, object, dan interpretant. Hasil penelitian ini adalah analisis makna simbol komunikasi dalam upacara adat Nyadran Gunung di Desa Silurah yang mengandung makna komunikasi. Simbol upacara adat nyadran gunung memiliki makna ketuhanan yang secara garis besar bernilai religi, gotong royong dalam kebersamaan dan keserhanaan. Nyadran gunung di Desa Silurah dimaknai sebagai ucapan rasa syukur karena hasil panen selama setahun telah tercukupi, selain dari itu nyadran gunung juga dimaknai sebagai upacara tolak bala yang berharap dijauhkan dari ancaman wabah. Selain sebagai pelestarian warisan dari para leluhur sebagai pendahulu, upacara adat Nyadran Gunung Ranggakusumo menjadi kewajiban yang harus diadakan setiap tahun. Dari penelitian ini diharapkan dapat menimbulkan kepedulian akan nilai sejarah terkait Upacara adat Nyadran Gunung di Desa Silurah Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah lokasi yang sangat jauh yaitu di ujung barat daya Kabupaten Batang , di lereng Gunung Ranggakusumo dengan akses jalan cukup mulus namun sempit. Kemudian peneliti ini hanya meneliti makna simbol komunikasi yang terkandung dalam Nyadran Gunung saja. Maka dari itu, peneliti mengajak peneliti selanjutnya untuk menggali penelitian yang lebih luas terkait kegiatan yang ada pada Nyadran Gunung Ranggakusumo. Kata Kunci : Nyadran, Simbol, Upacara Adat

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi
Fakultas Bahasa dan Ilmu Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Pustakawan 1 UNISSULA
Date Deposited: 13 Jul 2022 06:12
Last Modified: 13 Jul 2022 06:12
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/24521

Actions (login required)

View Item View Item