PENGARUH BERKUMUR DENGAN LARUTAN PROBIOTIK TERHADAP KADAR IgA DALAM SALIVA PADA ORANG DENGAN BMI TINGGI DAN BMI RENDAH
Berkas Tugas Akhir
PERNYATAAN PUBLIKASI.pdf
Restricted to Registered users only
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only
Abstract
Body Mass Index merupakan parameter untuk menilai status gizi. BMI tinggi dan BMI rendah yang mengalami hiposaliva dan xerostomia menyebabkan saliva menurun. saliva mengandung Immunoglobulin A (IgA) yang berfungsi sebagai antibodi dan berperan di imunitas mukosa. Cara alternatif meningkatkan IgA yaitu berkumur larutan probiotik. Probiotik sebagai inducer innate immunity dapat meningkatkan IgA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berkumur dengan larutan probiotik terhadap kadar Immunoglobulin A (IgA) dalam saliva pada orang dengan BMI tinggi dan BMI rendah.
Metode penelitian ini berjenis quasy eksperimental rancangan pre and post test group design . Jumlah sampel 13 orang terdiri dari 2 kelompok yaitu BMI tinggi dan BMI rendah. Sampel berkumur larutan probiotik sebanyak 10 ml dilakukan 2x1 hari. Analisis data dengan uji T berpasangan.
Hasil penelitian ini tidak dapat digunakan karena kurangnya jumlah mahasiswa dan mahasiswi dengan kriteria BMI tinggi dan BMI rendah yang mengalami hiposaliva. Selain itu, subyek penelitian tidak berkumur secara rutin dengan larutan probiotik selama 14 hari sehingga bubuk probiotik masih tersisa.
Kata kunci : BMI tinggi ,BMI rendah,IgA,larutan probiotik
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
