ANALISIS INTERLOCKING PAVING BLOCK BENTUK HEXAGONAL DENGAN METODE FINITE ELEMENT 3D PROGRAM SAP 2000

Nugroho, Eko Ngudi and Rahadian. M, Ravendra (2017) ANALISIS INTERLOCKING PAVING BLOCK BENTUK HEXAGONAL DENGAN METODE FINITE ELEMENT 3D PROGRAM SAP 2000. Undergraduate thesis, Fakultas Teknik UNISSULA.

[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (391kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (295kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (99kB) | Preview
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (427kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)

Abstract

Seiring dengan kemajuan konstruksi dibidang perkerasan jalan, kebutuhan akan kenyamanan jalan untuk saat ini sangat didambakan bagi pengguna jalan. Tidak hanya perkerasan jalan lentur dan perkerasan jalan kaku, perkerasan jalan paving block atau Concrete Block Pavement (CBP) mulai banyak diperhitungkan sebagai konstruksi pada jalan. Sudah ada banyak bentuk dari paving block, seperti rectangle, U-Norm, TriHex, Hexagonal, Grassblock, dan lain-lain. Permasalahan yang mempengaruhi konstruksi paving block diantaranya ukuran paving block, kekuatan paving block, ketebalan paving block , dan jarak antar sambungan. Diyakini dengan bentuk paving block hexagonal dapat mengurangi faktor permasalahan konstruksi tersebut. Dengan menganalisa beberapa model dengan metode finite element 3Dprogram SAP2000 yang bertujuanuntuk mengetahui kekuatan lendutan yang terjadi. Dalam menganalisis bentuk paving block hexagonal, metodologi penelitian dimulai dengan study pustaka, dan analisis perhitungan menggunakan SAP2000, Finite Element 3D,Interlocking, dan pola pemasangan. Analisa hasil output SAP2000 dari beberapa model yang sudah dibuat adalah pada paving block hexagonal tebal 6 cm K400 dengan beban 7 ton besar lendutan yang terjadi 0,996674 cm, untuk paving block hexagonal tebal 8cm K400 dengan beban 7 ton bessar lendutan sebesar 0,63861 cm, sedangkan paving block hexagonal tebal 10 cm K400 dengan beban 7 ton terjadi lendutan sebesar 0,427801 cm. 1. Dapat terlihat semakin besar beban yang diterima oleh paving block hexagonal maka lendutan yang terjadi akan semakin besar. Tetapi jika paving block semakin tebal, dan memiliki kuat tekan yang tinggi, makan lendutan akan semakin berkurang. Hal itu terjadi karena semakin tebal dan semakin tinggi kuat tekan paving block hexagonal maka gesekan yang terjadi semakin besar, jadi interlocking pada paving block juga semakin kecil. Begitu pula pada waktu hujan, semakin besar gesekan yang terjadi maka air yang masuk ke dalam sambungan akan semakin sedikit sehingga mengurangi interlocking pada paving block hexagonal. Kata Kunci : lendutan, finite element 3D, interlockingdan paving hexagonal

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik
Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 23 Jan 2018 05:26
Last Modified: 23 Jan 2018 05:26
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/9655

Actions (login required)

View Item View Item