HUBUNGAN ANTARA SINDROM METABOLIK DENGANPENYAKIT ARTERI PERIFER Studi Observasi Analitik di Klinik Arina Farma Genuk Indah Semarang

Prahara, Andhika Tatag (2015) HUBUNGAN ANTARA SINDROM METABOLIK DENGANPENYAKIT ARTERI PERIFER Studi Observasi Analitik di Klinik Arina Farma Genuk Indah Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Andhika Tatag Prahara 01.211.6324_Cover.pdf

Download (129kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Andhika Tatag Prahara 01.211.6324_Daftar Pustaka.pdf

Download (176kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Andhika Tatag Prahara 01.211.6324_Intisari.pdf

Download (95kB) | Preview

Abstract

Penyakit Arteri Perifer (PAP) adalah gangguan vaskular yang disebabkan oleh proses aterosklerosis, yang mengganggu struktur maupun fungsi aorta dan cabang viseralnya serta arteri yang memperdarahi ekstrimitas bawah. PAP biasanya juga terjadi pada orang yang mengalami sindrom metabolik.Diperkirakan 20-25% populasi dewasa didunia didapati sindrom metabolik, pasien dengan sindrom metabolik akan terkena serangan jantung atau stroke tiga kali lebih sering dibanding mereka yang tanpa sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sindrom metabolik dengan penyakit arteri perifer di Klinik Arina Farma Genuk Indah Kota Semarang pada tahun 2015. Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Dilakukan terhadap 40 orang dengan sindrom metabolik dan 40 orang tidak sindrom metabolik. Pengambilan data sindrom metabolik dilakukan dengan pengukuran lingkar perut, kadar tligesrid, kadar HDL, kadar gula darah puasa dan tekanan darah lengan atas, sedangkan data tentang penyakit arteri perifer dilakukan dengan mengukur ankle brachial index (ABI). Data penelitian dianalisis dengan uji chi square (X2) dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi dan ratio prevalence (RP). Dari hasil penelitian proporsi sampel pada orang sindrom metabolik dengan PAP sebanyak 42,5% dan 57,5% lainnya tidak menderita PAP. Uji statistik chi-square menghasilkan p sebesar 0,007. Nilai RP yang dihasilkan 4,188 [IK95% = 1,436-12,218]. Nilai koefisien kontingensi yang dihasilkan sebesar 0,291. Simpulan, terdapat hubungan antara sindrom metabolik dengan kejadian PAP. Dimana pasien dengan sindrom metabolik memiliki resiko terkena PAP 4,188 lebih besar dibanding pasien tanpa sindrom metabolik. Kata kunci : Penyakit Arteri Perifer, Sindrom Metabolik

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 05 Aug 2015 01:11
Last Modified: 05 Aug 2015 01:11
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/84

Actions (login required)

View Item View Item