PENGARUH PEMBERIAN SELENIUM DAN VITAMIN E TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA - Studi Eksperimental pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Dipapar Asap Rokok

Wijaya, Caesar Muhammad (2017) PENGARUH PEMBERIAN SELENIUM DAN VITAMIN E TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA - Studi Eksperimental pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Dipapar Asap Rokok. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
2. Abstrak.pdf

Download (12kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI_1.pdf

Download (721kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Daftar Isi.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
1. Cover.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
5. BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
7. BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img] Text
6. BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)
[img]
Preview
Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text
8. BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB)

Abstract

Asap rokok diketahui menyebabkan penurunan kualitas spermatozoa akibat peningkatan stress oksidatif. Kerusakan yang diakibatkan oleh stress oksidatif dapat dicegah dengan antioksidan, antioksidan tersebut diantaranya adalah selenium dan vitamin E. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian selenium dan vitamin E terhadap morfologi spermatozoa tikus yang dipapar asap rokok. Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design inimenggunakan 30 sampel tikus putih galur wistar.Sampel dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I (kontrol), kelompok II diberi papan asap rokok 2 batang perhari, kelompok III diberi paparan asap rokok dan vitamin E dengan dosis 150 mg/kgBB, kelompok IV diberi paparan asap rokok dan selenium dengan dosis 1,67 mg/kgBB, kelompok V diberi paparan asap rokok dan vitamin E dengan dosis 150 mg/kgBB dan selenium 1,67 mgkgBB. Penelitian dilakukan selama 7 hari dan pada hari 8 dilakukan pembedahan dan pengukuran morfologi spermatozoa. Analisa hasil menggunakan uji Kruskal-Wallis dilanjut dengan uji Mann-Whitney. Rerata morfologi spermatozoa kelompok I, II, III, IV, V masing-masing adalah 88,83%, 53,83%,72,67%, 77,00%, 84,24%. Hasil uji mann whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) pada kelompok I dengan kelompok II, III, IV. kelompokII dengan kelompok III, IV,V. Kelompok III dengan kelompok V. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa selenium dan vitamin E dapat meningkatkan morfologi spermatozoa normal tikus yang dipapar asap rokok. Kata kunci: asap rokok, selenium, vitamin E, morfologi spermatozoa

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 03:23
Last Modified: 24 Nov 2017 03:23
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7780

Actions (login required)

View Item View Item