PENGARUH TAHNIK KURMA (Phoenix dactylifera) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH LIMFOSIT DI MUKOSA USUS HALUS - Studi Experimental pada Bayi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Baru Lahir

Antaresta, Dian Tunjung Wija (2017) PENGARUH TAHNIK KURMA (Phoenix dactylifera) TERHADAP PENINGKATAN JUMLAH LIMFOSIT DI MUKOSA USUS HALUS - Studi Experimental pada Bayi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Baru Lahir. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
2. Abstrak.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Publikasi.pdf

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Daftar Isi.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
1. Cover.pdf

Download (491kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (182kB) | Preview
[img] Text
6. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (346kB)
[img]
Preview
Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (193kB) | Preview
[img] Text
5. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (809kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (534kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (88kB)

Abstract

Ketidakseimbangan sistem imunitas pada bayi baru lahir merupakan salah satu risiko terjadinya penyakit menular maupun tidak menular. Tahnik terdiri dari 3 komponen, yaitu saliva, kurma, dan goresan pada langit-langit dan ginggiva mulut bayi yang diduga mampu meningkatkan sistem imunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tahnik kurma (Phoenix dactylifera) terhadap peningkatan jumlah limfosit di mukosa usus halus pada bayi tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar baru lahir. Penelitian eksperimental post test only randomized control groups design menggunakan bayi tikus putih galur Wistar baru lahirdengan berat rata-rata 5-6 gram. Sampel penelitian diambil dengan metode simple random sampling sebanyak 24 ekor yang terbagi menjadi 4 kelompok. Hari pertama kelahiran, K-I hanya mendapat ASI, K-II mendapat tahnik kurma 100 mg dilajutkan pemberian ASI, K-III mendapat kurma yang ditumbuk dan digerus hingga halus 100 mgdengan digosokkan perlahan-lahan ke palatum dan ginggiva mulut bayi tikus dilanjutkan pemberian ASI, K-IV mendapat premastikasi kurma 100 mg tanpa digosokkan perlahan-lahan ke palatum dan ginggiva mulut bayi tikus dilanjutkan pemberian ASI. Pada hari ketujuh, bayi tikus diterminasi dan diambil organ usus halusnya untuk dibuat preparat histopatologi. Hasil rerata jumlah limfosit di mukosa usus halus adalah K-I 126,5±1,87, K-II 346,8±2,40, K-III 182,7±2,06, dan K-IV 234±2,09. Data tersebut kemudian diuji dengan One Way ANOVA (p=0,000) dilanjutkan uji Post Hoc LSDyang menunjukkan perbedaan signifikan (p=0,000 pada semua kelompok). Dapat disimpulkan bahwa pemberian tahnik kurma berpengaruh terhadap peningkatan jumlah limfosit di mukosa usus halus bayi tikus putih galur Wistar baru lahir. Kata Kunci : Tahnik kurma (Phoenix dactylifera), Jumlah limfosit di mukosa usus halus

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:25
Last Modified: 24 Nov 2017 02:25
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7764

Actions (login required)

View Item View Item