FAKTOR-FAKTOR PERILAKU MEROKOK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI BALKESMAS WILAYAH SEMARANG

Zahwa, Melinda Balqis Annur (2017) FAKTOR-FAKTOR PERILAKU MEROKOK YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI BALKESMAS WILAYAH SEMARANG. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
1. Cover.pdf

Download (437kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. abstrak.pdf

Download (84kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. Daftar Isi.pdf

Download (186kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Publikasi.pdf

Download (19kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (93kB) | Preview
[img] Text
5. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (311kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (164kB)
[img]
Preview
Text
9. Daftar Pustaka.pdf

Download (230kB) | Preview
[img] Text
7. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (313kB)

Abstract

Tuberkulosis merupakan infeksi menular yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku merokok seperti intensitas merokok, lama merokok, derajat berat merokok, jenis rokok sebagai faktor perilaku merokok yang berhubungan dengan kejadian TB paru. Penelitian observasional analitik(case control). Data diperoleh dari Balkesmas Semarang bulan Desember-Januari 2017, jumlah populasi 499 pasien. Sampel penelitian yaitu 92 orang terdiri 46 pasien Tb dan 46 bukan Tb. Status Tb paru diperoleh dari catatan medis pasien, sedangkan untuk perilaku merokok diperoleh dari kuesioner. Perilaku merokok diukur dari lama merokok, jumlah batang rokok/hari, derajat merokok (indeks brinkman), dan jenis rokok. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan uji chi square atau fisher exact, dan analisis multivariat dengan regresi logistik. Kasus Tb paru 82,6% ditemukan pada perokok, risiko TB paru pada perokok 5,6 kali lebih tinggi daripada bukan perokok. Perilaku merokok dalam analisis bivariat terbukti berhubungan dengan Kejadian TB sedangkan jenis rokok tidak berhubungan dengan kejadian Tb paru. Analisis multivariat menunjukan intensitas merokok harian dan derajat merokok sedang merupakan faktor paling dominan berhubungan dengan kejadian Tb paru. Pasien dengan intensitas merokok harian 5,7 kali lebih tinggi daripada perokok kadang-kadang pada Tb paru, Tb paru pada derajat merokok sedang 5,3 kali lebih tinggi daripada derajat merokok ringan. Kesimpulan: faktor perilaku merokok yang berhubungan dengan kejadian Tb adalah intensitas merokok harian, lama merokok >10 tahun, derajat merokok dan yang paling dominan berhubungan dengan kejadian TB adalah intensitas merokok harian. Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Perilaku Merokok

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:21
Last Modified: 24 Nov 2017 02:21
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7713

Actions (login required)

View Item View Item