UJI DAYA ANTHELMINTIK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP CACING Ascaris suum DEWASA SECARA IN VITRO - Studi Eksperimental In-Vitro Pemberian Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Cacing Ascaris suum Dewasa

Amaturrohman, Rufaida (2017) UJI DAYA ANTHELMINTIK EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya) TERHADAP CACING Ascaris suum DEWASA SECARA IN VITRO - Studi Eksperimental In-Vitro Pemberian Ekstrak Daun Pepaya Terhadap Cacing Ascaris suum Dewasa. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
1. COVER.pdf

Download (121kB) | Preview
[img]
Preview
Text
2. ABSTRAK.pdf

Download (10kB) | Preview
[img]
Preview
Text
3. DAFTAR ISI.pdf

Download (21kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI.pdf

Download (99kB) | Preview
[img]
Preview
Text
4. BAB I.pdf

Download (22kB) | Preview
[img] Text
5. BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (75kB)
[img] Text
6. BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (32kB)
[img] Text
7. BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50kB)
[img] Text
8. BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15kB)
[img]
Preview
Text
9. DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (21kB) | Preview

Abstract

Daun pepaya (Carica papaya) mengandung saponin dan tanin yang berpotensi sebagai anthelmintik. Saponin menghambat kerja enzim asetilkolinesterase dan tanin menggumpalkan protein kutikula cacing sehingga cacing paralisis dan berakibat kematian cacing. Rahman (2013) telah meneliti pengaruh anthelmintik daun pepaya tetapi belum memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya anthelmintik ekstrak daun pepaya (Carica papaya) terhadap cacing Ascaris suum dewasa secara in vitro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini menggunakan cacing Ascaris suum dewasa yang terbagi dalam lima kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif (NaCl 0,9%), kelompok II, III, dan IV diberi ekstrak daun pepaya konsentrasi 60%, 80%, dan 100%, kelompok V sebagai kontrol positif (mebendazol 30 ppm). Pengamatan dilakukan selama delapan jam dan dilakukan pengulangan tiga kali. Selanjutnya dilakukan uji Kruskal wallis dan Mann-Whitney. Hasil rata-rata kematian cacing Ascaris suum dewasa yaitu K-I 0 + 0, K-II 0.75 + 0.66, K-III 1.21 + 0.95, K-IV 2.75 + 1.48, dan K-V 3.75 + 1.58. Data yang diperoleh dilakukan uji Kruskal-Wallis dengan hasil terdapat perbedaan antar kelompok (p = 0,000). Kemudian dilakukan uji Mann-Whitney, terdapat perbedaan yang signifikan pada kelompok I dengan kelompok IV dan kelompok V (p = 0,000). Selanjutnya dilakukan analisis probit untuk mengetahui LT99. Hasil analisis probit LT99 pada konsentrasi 60% adalah 17.37, 80% adalah 16.15 dan 100% yaitu 10.25 jam. Disimpulkan bahwa ekstrak daun pepaya memiliki daya anthelminthik terhadap cacing Ascaris suum dewasa secara in vitro. Kata kunci : daun pepaya, anthelmintik, Ascaris suum

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:16
Last Modified: 24 Nov 2017 02:16
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7640

Actions (login required)

View Item View Item