EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN INFEKSI SEPSIS NEONATAL DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG PERIODE 2012 - 2016

Apriyanti, Silfina (2017) EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DENGAN METODE GYSSENS PADA PASIEN INFEKSI SEPSIS NEONATAL DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TUGUREJO SEMARANG PERIODE 2012 - 2016. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
INTISARI.pdf

Download (250kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER.pdf

Download (974kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (307kB) | Preview
[img]
Preview
Text
PUBLIKASI_1.pdf

Download (400kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (441kB) | Preview
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (267kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (208kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

Download (555kB) | Preview

Abstract

Sepsis neonatal merupakan sindrom atau gejala klinis penyakit sistemik yang diakibatkan infeksi yang terjadi satu bulan pertama dalam kehidupan. Sepsis neonatal untuk sekarang ini masih terdapat di negara berkembang maupun negara maju. Secara umum terapi penanganan sepsis neonatal menggunakan antibiotik. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens pada pasien infeksi sepsis neonatal di instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Tugurejo Semarang Periode 2012-2016. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental (observasional) dengan rancangan deskriptif analitik. Metode evaluasi menggunakan metode Gyssens untuk mengevaluasi secara kualitatif dari suatu penggunaan antibiotik. Hasil analisis 40 sampel didapatkan sepsis neonatal lebih tinggi terjadi pada laki-laki (60%), neonatal dini (62,5%), berat badan lahir ≤ 2500 gr (50%). Jenis antibiotik yang paling banyak digunakan adalah cefotaxim dan gentamicin masing-masing 34%. 12 penggunaan antibiotik termasuk kategori 0 yang berarti rasional, sedangkan 37 kategori IVa, 11 kategori IIIb dan IIa, 2 kategori IIIa yang berarti penggunaan antibiotik tidak rasional. Tingkat keberhasilan terapi yang membaik (42,5%) dan meninggal (57,5%). Berdasarkan kesimpulan didapatkan 7 sampel (17,5%) yang rasional dan 33 sampel (82,5%) yang tidak rasional. Terdapat hubungan antara kerasionalan penggunaan antibiotik terhadap keberhasilan terapi atau outcome clinic (p<0,05). Kata kunci : Kerasionalan, antibiotik, sepsis neonatal, Gyssens

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Farmasi
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 24 Nov 2017 02:12
Last Modified: 24 Nov 2017 02:12
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/7467

Actions (login required)

View Item View Item