PENGARUH EKSTRAK BEKATUL TERHADAP PENINGKATAN TOTAL ANTIOXIDANT STATUS (TAS) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI MSG - Studi Eksperimental Tikus Jantan Galur Wistar Dewasa

Laili, Habibah Nur (2016) PENGARUH EKSTRAK BEKATUL TERHADAP PENINGKATAN TOTAL ANTIOXIDANT STATUS (TAS) PADA TIKUS YANG DIINDUKSI MSG - Studi Eksperimental Tikus Jantan Galur Wistar Dewasa. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
COVER_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Pernyataan Persetujuan_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Monosodium glutamat (MSG) yang penggunaannya meningkat setiap tahun adalah bahan aditif pada makanan yang berfungsi sebagai bahan penyedap rasa. MSG mengandung radikal bebas yang menyebabkan kerusakan pada sel hingga organ. Bekatul mengandung antioksidan yang dapat menetralkan dan melawan radikal bebas. Kadar antioksidan bisa diukur salah satunya dengan menggunakan TAS. Pengaruh bekatul terhadap peningkatan TAS belum pernah dibuktikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bekatul terhadap peningkatan TAS pada tikus wistar yang diinduksi MSG. Penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan posttest only control group design menggunakan 30 ekor tikus jantan galur wistar, dibagi menjadi 5 kelompok. K-I (kontrol normal) yaitu kelompok yang tidak diberikan MSG dan ekstrak bekatul, K-II(kontrol negatif) yaitu kelompok yang diberikan MSG tanpa pemberian ekstrak bekatul,K-III, K-IV, dan K-V diberikan MSG dan diberi ekstrak bekatul dosis bertingkat50mg/kgBB/hari, 100mg/kgBB/hari, dan 200mg/kgBB/hari. Rerata TAS dianalisis dengan uji Kruskal Wallis dan dilanjutkan uji Mann Whitney U. Hasil rerata TAS K-I=5,5 mmol/l, K-II=1,4 mmol/l, K-III=1,5 mmol/l, K-IV=3,2 mmol/l, K-V=4,8 mmol/l. Hasil uji Kruskal Wallismenunjukan nilai p=0,000. Hasil uji Mann Whitney U pada K-I dengan K-II p=0,002, K-I dengan K-III p=0,002, K-I dengan K-IV p=0,002, K-I dengan K-V p=0,002, K-II dengan K-III p=0,065, K-II dengan K-IV p=0,065, K-II dengan K-V p=0,002, K-III dengan K-IV p=0,02, K-III dengan K-V p=0,002, dan K-IV dengan K-V p=0,002. Disimpulkan bahwa ekstrak bekatuldosis 200 mg/kg BB paling berpengaruh meningkatkan TAStikus jantan galur wistar yang diinduksi MSG. Kata kunci :Monosodium glutamat, TAS, ekstrak bekatul

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 08 Dec 2016 07:31
Last Modified: 08 Dec 2016 07:31
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5993

Actions (login required)

View Item View Item