ROOT CAUSE FAILURE ANALYSIS KEGAGALAN ISOLASI STATOR WINDING GENERATOR UNIT 1 DI PLTA WONOGIRI UBP MRICA

ARY, AS (2016) ROOT CAUSE FAILURE ANALYSIS KEGAGALAN ISOLASI STATOR WINDING GENERATOR UNIT 1 DI PLTA WONOGIRI UBP MRICA. Undergraduate thesis, Fakultas Teknologi Industri UNISSULA.

[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (126kB) | Preview
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (129kB)
[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (112kB) | Preview
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (399kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (99kB) | Preview
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (104kB)
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (676kB)
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (4MB)

Abstract

PLTA Wonogiri adalah salah satu Pembangkit Listrik Tenaga Air yang dikelola oleh PT.Indonesia Power UBP Mrica dengan daya 2 X 6,2 MW. Pada hari selasa tanggal 31 Januari 2014 Pukul 19.06 WIB mesin trip dengan indikasi yang muncul relay differensial 87-G-1. Dengan terjadinya kerusakan generator maka terjadi kerugian finansial sebesar Rp. 9.035.744.000,00. Setelah mengumpulkan dan mengetahui parameter-parameter operasi serta pemeliharaan, selanjutnya melakukan analisa menggunakan metode fault tree analysis. Metode fault tree analysis didahului dengan cara menentukan bagaimana top event dapat disebabkan oleh individual event atau kombinasi beberapa event yang berada di bawahnya. Hasil pengujian insulation resistane mengindikasikan terjadi permanen breakdown insulation pada fasa W-G sebesar 10 KΩ, sedangkan standar yang diijinkan minimal sebesar 7 MΩ. Kerusakan isolasi disebabkan oleh thermal stress yang disebabkan oleh pendinginan tidak optimal dikarenakan kisi-kisi kotor yang disebabkan deposit debu dan minyak. Dikarenakan pendinginan tidak optimal maka temperatur di permukaan winding berbeda yang memicu partial discharge. Partial discharge terjadi sudah lama dan berangsur-angsur mengalami akumulasi sejak MO terakhir di tahun 1994 (18 tahun). Maintenance strategy Generator perlu dilakukan perubahan dengan melakukan overhaul setiap 50000 - 60000 jam operasi atau 5 tahun sekali untuk mengantisipasi terjadinya forced outage yang disebaDbkan oleh kegagalan isolasi stator winding generator. Kata kunci : Stator Winding Generator,Isolasi,Partial ischarge

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknologi Industri > Teknik Elektro
Depositing User: Pustakawan Reviewer UNISSULA
Date Deposited: 14 Oct 2016 04:25
Last Modified: 14 Oct 2016 04:25
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5593

Actions (login required)

View Item View Item