PERHITUNGAN SETTING RELE ARUS LEBIH BUS TIE BREAKER /PMT KOPEL ANTARAPENYULANG A DAN B PADA PERALATAN FGD (FLUE GAS DESULFURIZATION) Studi Kasus di PLTU Tanjung Jati B unit 3&4

Zakaria, Zakaria (2016) PERHITUNGAN SETTING RELE ARUS LEBIH BUS TIE BREAKER /PMT KOPEL ANTARAPENYULANG A DAN B PADA PERALATAN FGD (FLUE GAS DESULFURIZATION) Studi Kasus di PLTU Tanjung Jati B unit 3&4. Undergraduate thesis, Fakultas Teknologi Industri UNISSULA.

[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (5MB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (5MB) | Preview
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (6MB) | Preview
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB)
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (6MB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Proses produksi listrik PLTU Tanjung Jati B unit 4 terhenti akibat trip atau padamnya unit. Setelah dilakukan penyelidikan, penyebab mula dari padamnya unit pembangkit adalah akibat dari terjadinya hubung singkat pada peralatan pensuplai udara perapat (Low Pressure Seal Air Fan Unit). Peralatan tersebut menggunakan sumber dari penyulang MCCB FGD dengan tegangan 380V yang memperoleh tenaga dari penyulang 380V FGD sisi A atau B melaliu “bus PMT kopel”. PMT kopel ini didesain untuk otomatis kontak saat salah satu bus A atau B terjadi undevoltage. Saat PMT Kopel/Bus Tie yang menghubungkan bus A dan B (close/kontak), rele arus lebih tidak mendeteksi adanya gangguan arus lebih, sehingga mengakibatkan rele yang berada di sisi sumber open untuk mengamankan trafo sumber. Akibatnya peralatan penting yang harusnya selalu beroperasi berhenti, dan mengakibatkan produksi listrik berhenti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung besar gangguan arus hubung singkat dan menyetel ulang rele arus lebih. Dengan setting rele arus lebih yang baru untuk kerja rele PMT kopel (ABB SACE EMAX 1), yaitu 〖〖0,5I〗_(main= ) I〗_(set primer)=2000A atau I_(set sekunder)=2,5A. Kurva kerja rele arus menggunakan waktu tunda 0,2 detik pada arus gangguan 〖2×I〗_(main )untuk fungsi kurva short time delay dan waktu tunda 6 detik pada arus gangguan 〖3×I〗_(set primer) untuk fungsi kurva long time delay. Dengan penyetelan ulang, diharapkan dapat memastikan selektifitas rele terhadap arus beban lebih pada saat PMT kopel menyuplai listrik ke bus 380V FGD Adan B. Untuk menampilkan hasil analisa hubung singkat dan kurva kerja rele, digunakan software ETAP 6.0 Kata Kunci : Gangguan hubung singkat, kesalahan lokalisir gangguan arus lebih, penyetelan ulang rele arus lebih.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Industri
Fakultas Teknologi Industri > Teknik Elektro
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 14 Oct 2016 04:25
Last Modified: 14 Oct 2016 04:25
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5592

Actions (login required)

View Item View Item