PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI INFUS KONTINU FENTANYL DAN MORFIN INTRATEKALPADA NYERI PASCA SEKSIO SESAR (Studi Klinis Eksperimental Parameter NRS, OOAPS, Skor Sedasi, Depresi Respirasi, Skor PONV, Skor Pruritus dan Kadar Kortisol)

Putro, Prabowo Wicaksono Yuwono (2016) PERBEDAAN EFEKTIFITAS TERAPI INFUS KONTINU FENTANYL DAN MORFIN INTRATEKALPADA NYERI PASCA SEKSIO SESAR (Studi Klinis Eksperimental Parameter NRS, OOAPS, Skor Sedasi, Depresi Respirasi, Skor PONV, Skor Pruritus dan Kadar Kortisol). Masters thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (844kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (845kB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (830kB) | Preview
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (910kB)
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (856kB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (863kB)
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (857kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (844kB) | Preview
[img] Text
bab VI_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (827kB)
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (838kB)

Abstract

Pendahuluan Pengelolaan nyeri pasca seksio sesar sering tidak adekuat. Morfin intratekal efektif dengan resiko efek samping depresi nafas tertunda, mual muntah dan pruritus. Infus kontinu fentanil basal infusion rate tetap menggunakan disposable elastomeric pump merupakan alternatif namun belum terbukti keefektifannya dibandingkan morfin intratekal. Penilaian keefektifan dengan skor nyeri (NRS dan OOAPS), kadar kortisol sebagai marker terjadinya respon stress tubuh dan kejadian efek samping. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan keefektifan infus kontinu fentanyl menggunakan disposable elastomeric pump dengan basal infusion rate tetap dibandingkan morfin intratekal. Metode Uji klinis acak 56 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dibagi menjadi 2 kelompok: kelompok Morfin (n=28): anestesi spinal Bupivacain Heavy 0,5% 10 mg + morfin 100 μg dan kelompok Fentanyl (n=28) : anestesi spinal Bupivacain Heavy 0,5% plain + infus kontinu fentanyl 0,5 μg/kg BB/jam setelah bayi lahir menggunakan disposable elastomeric infusion pump. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil Efek analgesia kelompok Fentanyl sama efektifnya dengan kelompok Morfin. Perbedaan skor NRS bermakna hanya pada pengukuran 6 jam pertama pasca operasi (p =0,034); nilai rerata skor NRS kelompok Morfin (0.68±1.02) dan nilai rerata skor NRS kelompok Fentanyl (1.11±0.832). Kedua kelompok sama efektifnya mencegah peningkatan kadar kortisol 6 jam pasca operasi ; nilai rerata kelompok Morfin (15.053±8.664) dan kelompok Fentanyl (12.162±8.623), secara statistik berbeda tidak bermakna (p=0.114). Efek samping diantara kedua kelompok tidak bermakna secara statistik. Simpulan Infus kontinu fentanyl 0,5 μg/kg BB/jam menggunakan disposable elastomeric infusion pump sama efektif dengan morfin intratekal 100 μg pada nyeri pasca seksio sesar. Kata Kunci : nyeri, seksio sesar, morfin intratekal, infus kontinu fentanyl, disposable elastomeric pump, NRS, OOAPS, kortisol.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Pascasarjana > Magister Biomedik
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 20 Sep 2016 07:06
Last Modified: 20 Sep 2016 07:06
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5206

Actions (login required)

View Item View Item