PENGARUH KEPATUHAN PRAKTISI KESEHATAN BERDASARKAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP PERBAIKAN VISUS PASCA OPERASI FAKOEMULSIFIKASI - Studi Observasi Analitik Pada Pasien Katarak Sinilis Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Cisyantono, Sanchia Janita (2016) PENGARUH KEPATUHAN PRAKTISI KESEHATAN BERDASARKAN CLINICAL PATHWAY TERHADAP PERBAIKAN VISUS PASCA OPERASI FAKOEMULSIFIKASI - Studi Observasi Analitik Pada Pasien Katarak Sinilis Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK_1.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI_1.pdf

Download (101kB) | Preview
[img]
Preview
Text
COVER_1.pdf

Download (708kB) | Preview
[img] Text
BAB I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (96kB)
[img] Text
BAB II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB)
[img] Text
BAB III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[img] Text
BAB IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (173kB)
[img] Text
BAB V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (87kB)
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA_1.pdf

Download (75kB) | Preview

Abstract

Katarak merupakan penyakit yang sering menyebabkan kebutaan. Katarak yang paling sering dijumpai adalah katarak sinilis yang terjadi pada usia ≥40 tahun. Operasi katarak merupakan penatalaksanaan utama untuk memperbaiki pengelihatan pasien katarak. Maka, penatalaksanaan katarak harus melibatkan berbagai prosedur yang bersifat komperhensif dan terintegrasi agar dapat menurunkan angka kejadian komplikasi pasca operasi. Clinical pathway merupakan perangkat bantu yang dirancang untuk meningkatkan mutu pelayanan dan pengematan biaya perawatan di RS dengan tingkat kepatuhan terhadap clinical pathway dari dokter, perawat, pasien, farmasi dan laborat. Studi observasional analitik dengan rancangan cross sectionalini dilakukan pada 120 pasien katarak sinilis sebagai diagnosis utama yang dilakukan operasi fakoemulsifikasi periode bulan November 2014 – Juli 2015 di SECRSISA. Datadiperoleh dari rekam medis dan menggunakan teknik sampling konsekutif sampling. Data pasien diperoleh dari catatan medis kemudian dianalisis dengan uji Fisher exact test didapatkan hasil p=0.002 dengan odds ratio sebesar 27,500 ( 95% CI: 4,172 – 181,271 ). Praktisi kesehatan yang patuh terhadap clinical pathway maka pasien akan mengalami perbaikan visus sebanyak 97.34% dan sebanyak 2.65% yang tidak mengalami perbaikan visus. Sedangkan praktisi kesehatan yang tidak patuh terhadap clinical pathway maka pasien akan mengalami perbaikan visus sebanyak 57.14% dan sebanyak 42.8% yang tidak mengalami perbaikan visus. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kepatuhan pada praktisi kesehatan berdasarkan clinical pathway terhadap dan akanmeningkatkan 27,5x perbaikan visus pasca operasi fakoemulsifikasi dibandingkan praktisi kesehatan yang tidak patuh di Semarang Eye Center RSI Sultan Agung Semarang Semarang. Kata kunci: Clinical Pathway, Katarak Sinilis

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 20 Sep 2016 06:58
Last Modified: 20 Sep 2016 06:58
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5153

Actions (login required)

View Item View Item