PENGARUH MEDIUM AIR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI OTOT JANTUNG SEBAGAI PENENTU LAMA KEMATIAN - Studi Eksperimental terhadap Tikus Galur Wistar Jantan dan Betina

Lorensia, Wyona (2016) PENGARUH MEDIUM AIR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI OTOT JANTUNG SEBAGAI PENENTU LAMA KEMATIAN - Studi Eksperimental terhadap Tikus Galur Wistar Jantan dan Betina. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (746kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (211kB) | Preview
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (99kB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (444kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (231kB) | Preview
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (817kB)

Abstract

Penelitian Pratama(2010) mengenai hubungan lama kematian dengan kerusakan histopatologi otot jantung tikus galur Wistar menggunakan lama kematian 0-4 jam, menunjukkan tidak adanya sel nekrosis. Pembusukan dipengaruhi aktivitas mikroorganisme aerob, suhu,kadar garam, arus air serta medium mayat berada.Penelitian ini bertujuanmengetahui pengaruh berbagai medium air terhadap gambaran histopatologi otot jantung sebagai penentu lama kematian pada tikus galur Wistar. Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design menggunakan 50 ekor tikus galur Wistar jantan-betina yang dibagi dalam 10 kelompok secara random. Penelitian dilakukan selama 2 hari. Penelitian telah melalui ethical clearance. K1 sebagai kelompok kontrol setelah mati tidak ditenggelamkan; K2, K3, K4 setelah mati ditenggelamkan ke medium aquadest selama 12, 24 dan 48 jam; K5, K6, K7 setelah mati ditenggelamkan ke medium air sungai selama 12, 24, 48 jam; K8, K9, K10 setelah mati ditenggelamkan ke medium air laut selama 12, 24, 48 jam, kemudian diambil jaringan otot jantung dan diamati secara histopatologi menggunakan pengecatan HE dengan perbesaran 400X. Data dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas,dilanjutkan uji KruskalWallis dan Mann Whitney. Rerata K1yaitu 65.4000±11.84483, K2 93.4000±3.43511, K3 99.2000±.83666, K4 100.0000±.00000, K5 97.2000±1.92354, K6 99.8000±.44721, K7100.0000±.00000, K8 90.2000±5.40370, K9 76.0000±4.00000, K10 100.0000±.00000.Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan hasil yang signifikan p=0,000 (p<0,05). Kemudian uji Mann Whitney diketahui ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan (p<0,05), kecuali K9 p=0,141 (p>0,05). Kesimpulan bahwa pada medium air laut 24 jam paling mempengaruhi gambaran histopatologi otot jantung dengan sedikit sel nekrosis sebagai penentu lama kematian. Kata kunci : Histopatologi Otot Jantung, Aquadest, Air Sungai, Air Laut, Lama Kematian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 20 Sep 2016 06:54
Last Modified: 20 Sep 2016 06:54
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5105

Actions (login required)

View Item View Item