PENGARUH MEDIUM AIR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI OTOT GASTROCNEMIUS SEBAGAI PENENTU LAMA KEMATIAN - Studi Eksperimental pada Tikus Galur Wistar Jantan dan Betina

Ayuningtiyas, Windhi Dayanara (2016) PENGARUH MEDIUM AIR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI OTOT GASTROCNEMIUS SEBAGAI PENENTU LAMA KEMATIAN - Studi Eksperimental pada Tikus Galur Wistar Jantan dan Betina. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (86kB) | Preview
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (175kB)
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (119kB) | Preview
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (804kB) | Preview
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB)
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (687kB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (227kB) | Preview
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (503kB)

Abstract

Penelitian Prasojo (2007) mengenai hubungan lama kematian dengan kerusakan histopatologi otot gastrocnemius tikusWistar menggunakan lama kematian 0-4 jam, menunjukkan tidak adanya sel nekrosis. Pembusukan dipengaruhi aktivitas mikroorganisme aerob, suhu, kadar garam, arus air serta medium mayat berada. Penelitian ini bertujuanmengetahui perbedaan berbagai medium air terhadap gambaran histopatologi otot gastrocnemius sebagai penentu lama kematian pada tikus galur Wistar. Penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design menggunakan 50 ekor tikus galur Wistar jantan-betina yang dibagi dalam 10 kelompok secara random. K1 sebagai kelompok kontrol setelah dislokasi servikal tidak ditenggelamkan, K2 12, K3 24, K4 48 jam aquadest, K5 12, K6 24, K7 48 jam air sungai, K8 12, K9 24, K10 48 jam air laut. Perlakuan dilakukan selama 2 hari. K1, K2-K4 setelah mati ditenggelamkan ke medium Aquadest, K5-K7 medium air sungai, K8-K10 medium air laut, kemudian diambil jaringan otot gastrocnemius dan diamati secara histopatologi menggunakan mikroskop cahaya dengan pengecatan HE dengan perbesaran 400X. Data dianalisis dengan uji normalitas dan homogenitas kemudian dilanjutkan dengan uji KruskalWallis dan Mann Whitney. Penelitian ini telah melewati ethical clearance. Rerata kelompok kontrol yaitu 0.00±0.00, K2 95.36±5.74, K3 97.6±2.23, K4 100.00±0.00, K5 100.00±0.00, K6 99.73±0.60, K7 100.00±00.00, K8 92.96±8.47, K9 95.82±0.00, K10 100.00±.00. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan hasil yang signifikan p=0,000 (p<0,05). Kemudian uji Mann Whitney diketahui ada perbedaan yang signifikan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan (p<0,05) dan antara kelompok air laut 24 jam dengan seluruh kelompok air sungai (p<0,05). Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh medium air laut 24 jam yang paling mempengaruhi gambaran histopatologi otot gastrocnemius dengan autolisis sel yang paling sedikit sebagai penentu lama kematian. Kata kunci : Histopatologi Otot Gastrocnemius, Aquadest, Air Sungai, Air Laut, Lama Kematian.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 20 Sep 2016 06:54
Last Modified: 20 Sep 2016 06:54
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5101

Actions (login required)

View Item View Item