PENGARUH FORMULA JAMU ANTIHIPERTENSI ENAM HERBAL TERHADAP TEKANAN DARAH TIKUS WISTAR - Studi Efektivitas Formula Jamu Antihipertensi dengan Komponen Seledri, Kumis Kucing, Pegagan, Meniran, Kunyit dan Temulawak

Fatmawati, Khaleda (2016) PENGARUH FORMULA JAMU ANTIHIPERTENSI ENAM HERBAL TERHADAP TEKANAN DARAH TIKUS WISTAR - Studi Efektivitas Formula Jamu Antihipertensi dengan Komponen Seledri, Kumis Kucing, Pegagan, Meniran, Kunyit dan Temulawak. Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (86kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (224kB) | Preview
[img] Text
bab I_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (174kB)
[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img] Text
bab II_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB)
[img] Text
bab III_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB)
[img] Text
bab IV_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (306kB)
[img] Text
bab V_1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (85kB)
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (259kB) | Preview

Abstract

Formula jamu antihipertensi 6 herbal terdiri dari kumis kucing, seledri, pegagan, temulawak, kunyit dan meniran. Kumis kucing, seledri, pegagan masing-masing mengandung apigenin, benzochromenes dan triterpenoid yang bersifat hipotensif. Temulawak, kunyit dan meniran mengandung flavonoid sebagai antioksidan yang melindungi endotel vaskular. Kombinasi dari ke-6 herbal tersebut berpotensi sebagai antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formula jamu antihipertensi 6 herbal tersebut terhadap tekanan darah tikus Wistar hipertensi yang diinduksi prednison 1,5 mg/kgBB dan NaCl 2%. Penelitian eksperimental rancangan pre-post test control group design menggunakan 30 ekor tikus Wistar, dibagi dalam 5 kelompok (K) secara random, tiap kelompok terdapat 6 ekor tikus, yaitu K. Kontrol normal (tanpa perlakuan), K(+) (induksi hipertensi + captopril 3mg/kgBB), K. Dosis I (induksi hipertensi + formula jamu 18 mg/kgBB), K. Dosis II (induksi hipertensi + formula jamu 36 mg/kgBB) dan K. Dosis III (induksi hipertensi + formula jamu 72 mg/kgBB). Perlakuan dilakukan satu kali pada hari ke-8 setelah induksi prednison selama 7 hari. Tekanan darah diukur 1 jam dan 2 jam setelah perlakuan. Perbedaan tekanan darah antar kelompok di uji dengan uji ancova dilanjutkan dengan post hoc LSD. Rata-rata tekanan darah K. Kontrol normal : 123/99 mmHg sedangkan rata-rata tekanan darah 2 jam setelah perlakuan pada K(+): 129/107 mmHg, K. Dosis I: 133/113 mmHg, K. Dosis II: 130/111 mmHg; serta K. Dosis III: 124/113 mmHg. Tekanan darah sistole serta diastole pretest dan 2 jam setelah perlakuan antar kelima kelompok berbeda (p<0,05). Formula jamu antihipertensi 6 herbal dosis 72 mg/kgBB merupakan dosis yang paling efektif menurunkan tekanan darah. Kesimpulan formula jamu antihipertensi 6 herbal mampu menurunkan tekanan darah tikus putih Wistar hipertensi. Kata Kunci : Kumis Kucing, Seledri, Pegagan, Meniran, Kunyit, Temulawak, Antihipertensi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 13 Sep 2016 03:13
Last Modified: 13 Sep 2016 03:13
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/5006

Actions (login required)

View Item View Item