ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN KONSERVATISME AKUNTANSI (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI tahun 2011-2013)
Berkas Tugas Akhir
Abstract
Sebagai suatu bentuk kehati – hatian perusahaan terhadap ketidakpastian untuk menghindari dari sikap optimisme manajer maupun pemilik perusahaan yang berlebihan, perusahaan perlu mengantisipasi dengan menerapkan prinsip konservatisme akuntansi. Konservatisme merupakan suatu konsep dimana mendahulukan pengakuan atas rugi dibandingkan pengakuan terhadap laba, yaitu mengakui biaya dan rugi dengan lebih cepat dan mengakui pendapatan dan laba dengan lebih lambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah kepemilikan manajerial, kontrak hutang, litigasi, pajak, kesempatan bertumbuh, dan manajemen laba berpengaruh terhadap Konservatisme Akuntansi. Pengukuran konservatisme akuntansi dalam penelitian ini menggunakan C-Score, sebuah jenis ukuran yang dikembangkan oleh Khan dan Watts (2009) sebagai pembeda dari penelitian terdahulu.
Populasi yang digunakan adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011-2013. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Sehingga diperoleh 132 data yang memenuhi kriteria. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial dan kesempatan bertumbuh berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Kontrak hutang, litigasi, pajak, dan manajemen laba tidakberpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi pada perusahaan manufaktur
Kata Kunci : Kepemilikan Manajerial, Kesempatan Bertumbuh, Konservatisme Akuntansi, Kontrak Hutang, Litigasi, Manajemen Laba, Pajak,
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
