PELAKSANAAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP PECANDU DALAM TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA

NINGRUM, AFIFAH RATNA (2024) PELAKSANAAN RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP PECANDU DALAM TINDAK PIDANA PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300277_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300277_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (114kB)

Abstract

Keadilan restoratif merupakan teori yang menyatakan bahwa korban ataupun keluarganya mempunyai hak untuk memperlakukan terpidana sama seperti ia memperlakukan korban. Tujuan penelitian dalam penelitian ini: 1). untuk mengkaji dan menganalisis pelaksanaan restorative justice terhadap pecandu dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika; 2).Untuk mengkaji dan menganalisis kendala pelaksanaan restorative justice terhadap pecandu dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, dengan metode penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder yang akan dianalisis secara kualitatif. Permasalahan penelitian dianalisis menggunakan teori sistem hukum Lawrence Friedman dan teori keadilan restorative. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:1) Pelaksanaan restorative justice terhadap pecandu dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika bahwa rasionalisasi Keadilan Restoratif Terhadap Pecandu Narkotika Berdasarkan Kebijakan Perja No. 18 tahun 2021 dapat berupa penghentian penuntutan perkara oleh pihak Kejaksaan terhadap tersangka pecandu narkotika. Sebagai langkah upaya pemulihan berupa pemberian keadilan restoratif dengan persyaratan dan ketentuan yang telah tertuang dalam Perja No. 18 tahun 2021 yang dalam prosesnya dibentuk Tim Asesmen Terpadu yang terdiri dari 3 instansi yaitu Kejaksaan, Kepolisian, BNN; 2). Kendala yg dihadapi pelaksanaan restorative justice terhadap pecandu dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika yakni: a. Faktor internal yang menghambat penyidik untuk melakukan restorative justice pada saat penyidikan yakni : Kendala Finansial, Kurang optimalnya profesional dan keahlian polisi, dan Masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia dan waktu penagkapan yang kurang optimal; b. Faktor eksternal yakni Pemahaman masyarakat yang kurang terhadap restorative justice yang dilakukan oleh polisi membuat kurangnya partisipasi masyarakat terhadap Kepolisian menjadikan kerja polisi sedikit berat. Adapun solusi pada hambatan yang di alami dalam restorative justice yaitu dengan selalu melakukan sosialisasi di masyarakat terutama anak muda terkait bahaya dan dampak dari penyalahgunaan narkoba, serta pemahaman tentang restorative justice pada masyarakat agar nanti bisa saling bekerja sama dalam proses penindakan penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci : Restorative, Tindak Pidana, Narkotika.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 05 Mar 2025 06:41
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38232

Actions (login required)

View Item View Item