Satria, Moh. Pandu Putra (2024) PENERAPAN SISTEM ELECTRONIC TRAFFIC LAW ENFORCEMENT DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA PELANGGARAN LALU LINTAS UNTUK MENINGKATKAN TERTIB HUKUM (Studi Kasus di Polres Grobogan). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300151_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300151_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (52kB) |
Abstract
Sistem E-tilang tersebut memberikan dampak yang baik bagi masyarakat yang kenal teknologi. namun, bagi masyarakat yang kurang kenal dengan teknologi kesulitan dalam memgikuti perkembangan teknologi ini. faktor-faktor yang menjadi pertimbangan masyarakat ialah dalam penggunaan sistem e-tilang yang belum dipahami secara baik dan meluas. Tujuan penelitian dalam penelitian ini: 1).untuk mengkaji dan menganalisis penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement Dalam penyelesaian tindak pidana pelanggaran lalu lintas untuk meningkatkan tertib hukum di Polres Grobogan; 2).untuk mengkaji dan menganalisis kendala penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement Dalam penyelesaian tindak pidana pelanggaran lalu lintas untuk meningkatkan tertib hukum di Polres Grobogan serta solusinya Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris, dengan metode penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder yang akan dianalisis secara kualitatif. Permasalahan penelitian dianalisis menggunakan teori sistem hukum lawrence Friedman dan Teori efektivitas hukum. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa:1) Penerapan sistem E-Tilang dalam menyelesaikan tindak pidana pelanggaran lalu lintas telah berpedoman pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, alurnya adalah ketika polisi telah menilang secara manual (menulis di blangko tilang), selanjutnya kemudian Polisi memasukan data kembali ke aplikasi E-Tilang, server E-Tilang secara otomatis akan mengirim pemberitahuan jumlah uang titipan denda yang bisa dibayarkan di bank beserta pasal berapa yang dilanggar oleh si pelanggar tersebut. Setelah membayar uang titipan denda Tilang (belum vonis) maka barang bukti tilang bisa di tukar dengan uang titipan denda tersebut; 2). Kendala dalam penerapan system Electronic Traffic Law Enforcement dalam penyelesaian tindak pidana pelanggaran Lalu Lintas di Grobogan adalah sebagai berikut: a).Faktor Penegak Hukum, dalam hal ini penegak hukum merupakan petugas penindak yang biasanya dalam melaksanakan tugas dan fungsinya terdapat kesalahan pada aplikasi penginputan yang membuat petugas kehilangan jejak pelanggar; b). Faktor Sarana dan Prasarana, dalam pelaksanaan Electronic Traffic Law Enforcement di wilayah hukum Kabupaten Grobogan tercatat hanya mempunyai sebanyak 2 unit CCTV; c).Faktor Masyarakat, Buruknya perilaku sosial dalam berlalu lintas menjadi salah satu masalah yang sejak dahulu hingga saat ini masih marak terjadi di Indonesia. Kata Kunci : Tindak Pidana, Lalu Lintas, ETLE
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 18 Mar 2025 02:05 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38131 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |