IMPLEMENTASI BENTUK SANKSI ISLAM DAN SANKSI PIDANA POSITIF BAGI WANITA KARIR PELANGGAR KETENTUAN IHDAD (STUDI KASUS DI JAKARTA)

PRIYANTO, HENDI (2024) IMPLEMENTASI BENTUK SANKSI ISLAM DAN SANKSI PIDANA POSITIF BAGI WANITA KARIR PELANGGAR KETENTUAN IHDAD (STUDI KASUS DI JAKARTA). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300103_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300103_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)

Abstract

Problematika di masyarakat mengenai Ihdad bagi wanita dalam Hukum Islam khusunya di Daerah Jakarta dimana dihimpit oleh kebutuhan dan dengan didukung oleh pendapat para ulama serasa perlu dijadikan sebuah kajian yang meneliti terkait bagaimana ihdad bagi wanita karier yang di tinggal mati suaminya. Karena semakin berkembangnya zaman saat ini banyak wanita semakin bersemangat untuk berkarier, bahkan tidak sedikit wanita yang beranggapan kurang nyaman diam di rumah saja tanpa ada kegiatan hanya mengurus rumah, anak, dan suami. Kondisi ini, jelas akan menjadi suatu permasalahan di masyarakat ketika wanita tersebut yang mempunyai kewajiban harus bekerja di luar untuk menghidupi keluarganya, namun ia memiliki keterbatasan karena melaksanakan kewajibannya berIhdad setelah ditinggal mati oleh suaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Ketentuan Ihdad berdasarkan Presfektif Hukum Islam dan Hukum Positif Pidana dan mengetahui dan menganalisis Keadaan Sosial ekonomi para wanita yang melalui masa ihdad di Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Yuridis Sosiologis, spesifikasi dalam penelitian ini bersifat deskriftif analistis, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, menggunakan pengumpulan data dengan wawancara dan studi kepustakaan, analisis data secara kualitatif, permasalahan dianalisis dengan teori, Perlindungan Hukum dan Teori Penegakan Hukum. Hasil penelitian ini Ketentuan ihdad dalam perspektif Hukum Islam mengharuskan wanita yang ditinggal suaminya untuk menjalani masa berkabung selama empat bulan sepuluh hari. Masa ihdad ini bertujuan untuk menjaga kehormatan, kesucian, dan memberi waktu bagi wanita untuk berduka. Ketentuan ini berlaku tanpa memandang status sosial atau pekerjaan wanita tersebut. Dalam perspektif Hukum Positif Pidana di Indonesia, tidak ada peraturan yang secara langsung mengatur kewajiban ihdad. Namun, prinsip-prinsip seperti kebebasan beragama (Pasal 28E UUD 1945), perlindungan terhadap hak pekerja (Undang-Undang Ketenagakerjaan), dan perlindungan hak asasi manusia memberikan dasar hukum bagi wanita untuk menjalani kewajiban agama mereka tanpa diskriminasi, dan Keadaan sosial ekonomi wanita yang menjalani masa ihdad di Jakarta sangat bervariasi, tergantung pada latar belakang ekonomi, pekerjaan. Tantangan utama bagi wanita bekerja adalah keseimbangan antara kewajiban agama dan kebutuhan untuk tetap bekerja, yang dapat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi mereka. Dukungan sosial dan kebijakan yang memadai dari pemerintah dan tempat kerja sangat penting untuk membantu wanita menjalani masa ihdad dengan lebih baik dan tanpa diskriminasi. Kata Kunci: Sanksi, Hukum Islam dan Hukum Positif, Wanita karir, Ihdad

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 12 Mar 2025 02:37
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38055

Actions (login required)

View Item View Item