ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN BERBASIS PERLINDUNGAN KORBAN (Studi Putusan Nomor : 406/Pid.B/2021/PN SMG)

SETYADI, GALIH ADIAMAS (2024) ANALISIS YURIDIS PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN BERBASIS PERLINDUNGAN KORBAN (Studi Putusan Nomor : 406/Pid.B/2021/PN SMG). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300089_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Magister Ilmu Hukum_20302300089_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (50kB)

Abstract

Pencurian merupakan salah satu kejahatan yang kerap terjadi di masyarakat. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya pencurian adalah beragam. Tindakan mencuri ini dianggap sebagai perilaku kriminal karena melibatkan pengambilan barang milik orang lain tanpa izin, dan sering kali berdampak pada kerugian bagi korban. Kejahatan pencurian merupakan gejala sosial yang sering terjadi dengan adanya beberapa faktor-faktor penyebab seseorang melakukan kejahatan pencurian tersebut. Dengan adanya faktor ekonomi kebutuhan hidup yang harus terpenuhi, meskipun ia mengetahui bahwa kejahatan yang dilakukannya salah, ia tidak memperdulikan hukuman pidana yang dijatuhkan terhadap perbuatan kejahatan tersebutPada kenyataannya, korban yang pada dasarnya merupakan pihak yang paling menderita akibat kejahatan pencurian tersebut sering kali tidak memperoleh perlindungan hukum sebagaimana yang diisyaratkan di dalam Undang-Undang. Penjatuhan pidana penjara kepada pelaku kejahatan dianggap sudah cukup memberi perlindungan kepada korban karena pelaku sudah mendapatkan balasan yang setimpal dari perbuatannya, sebab sudah berada didalam tahanan Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu sebuah penelitian hukum kepustakaan yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan pustaka atau data sekunder belaka dengan menggunakan metode berpikir deduktif. Spesifikasi penulisan menggunakan deskriptif analisis, sumber dan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dengan melakukan pengumpulan data menggunakan metode pengumpulan data sekunder. Permasalahan dianalisis dengan teori pertanggungjawaban pidana, dan teori kepastian hukum. Syarat untuk dapat dipidananya orang yang pertama untuk memungkinkan adanya penjatuhan pidana adalah adanya perbuatan (manusia) yang memenuhi delik dalam undang-undang adalah konsekuensi dari asas legalitas. Didalamnya harus dapat diketahui dengan pasti apa yang dialrang atau apa yang diperintahkan. baik dilihat dari unsur sudut umum maupun orangnya, bahwa seseorang mampu bahwa terdakwa adalah orang yang telah dewasa dan mampu bertanggung jawab sebab terdakwa dapat membuat penilaian dengan pikiran dan perasaannya. Kemudian terdakwa mengakui seluruh keterangan saksi adalah benar dan menyesali segala perbuatannya bertanggung jawab, jika jiwanya sehat, yaitu apabila ia mampu untuk mengetahui atau menyadari bahwa perbuatannya bertentangan dengan hukum, dan ia dapat menentukan kehendak sesuai dengan kesadaran tersebut. Pertanggungjawaban pelaku tindak pidana pencurian dalam keadaan memberatkan dalam putusan Nomor 406/Pid.B/2021/PN Smg bahwa majelis hakim memutus perbuatannya menyatakan terdakwa ZH bin Alm Cik Saleh terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pencurian diatur dan diancam dalam Pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan pidana penjara masing-masing 1 (satu) tahun. Kata Kunci : Pertanggungjawaban Pidana, Pencurian, Korban

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Pascasarjana
Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 14 Mar 2025 02:24
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/38043

Actions (login required)

View Item View Item