Romiko, Chery Aditya (2024) PERAN SEKOLAH POLISI NEGARA KEPOLISIAN DAERAH JAWA TENGAH DALAM MENDIDIK CALON BINTARA SEBAGAI PENEGAK HUKUM UNTUK MEWUJUDKAN POLISI PREDIKTIF, RESPONSIBILITAS, DAN TRANSPARANSI BERKEADILAN (PRESISI) DI ERA 5.0. Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300048_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300048_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (51kB) |
Abstract
Pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda jawa Tengah untuk melahirkan para Bintara Polisi yang profesional, produktif dan berkualitas, agar dapat terlaksana dengan baik tentunya harus memperhatikan hak dan kewajiban baik penyelenggara pendidikan maupun peserta didik. Hal tersebut tercantum dalam pasal 15 Peraturan Kapolri Nomor 11 Tahun 2009 tentang Pokok-Pokok Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan di Sekolah Polisi Negara. Idealnya polisi lulusan SPN sudah harus menguasai teknis-teknis Kepolisian serta mahir dalam penerapannya, karena mereka langsung terjun di tengah-tengah masyarakat yang semakin modern tahu akan hak-haknya untuk dilayani dan dilindungi oleh Polisi dengan menerapkan Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan). Metode yang digunakan peneliti adalah pendekatan hukum secara yuridis sosiologis dan spesifikasi dalam penelitian ini adalah termasuk deskriptif analisis. Adapaun jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari studi lapangan wawancara dengan pengelola pendidikan, tenaga pendidik, pengasuh dan alumni SPN Polda Jateng. Dan data sekunder diperoleh dari bahan kepustakaan. Data dianalisa secara kualitatif menggunakan teori efektivitas hukum dan teori sistem hukum. Berdasarkan hasil dari penelitian bahwa peran SPN Polda Jateng dalam mendidik calon Bintara Polri melalui peran para tenaga pendidik dalam proses pembelajaran serta peran pengasuh untuk menanamkan dan mengembangkan pemikiran dan kreativitas untuk mewujudkan kedewasaan peserta didik sebagai insan Bhayangkara. Pemenuhan hak kepada para peserta didik tidak bisa dikatakan 100%, hal ini sangat tergantung dengan lama waktu pendidikan pembentukan yang relatif singkat. Pemberian materi pelajaran sangat dipaksakan dengan waktu proses belajar mengajar yang dilaksanakan dari pagi sampai malam hari. Tentunya sangat mempengaruhi tingkat penerimaan materi dan konsentrasi dalam belajar, sehingga materi yang diterima tidaklah maksimal. Faktor tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan memiliki sertifikat pendidik hanya sekitar 60% dari jumlah keseluruhan personel, tentunya sangat berpengaruh terhadap kualitas dalam mengajar. Kendala dalam pelaksanaannya antara lain metode pengasuhan yang kurang tepat, rangkap tugas antara gadik dengan pengasuh, serta motivasi selama dinas di SPN yang mempengaruhi kualitas para penyelenggara pendidikan, selain itu adanya pandangan masyarakat bahwa masih adanya Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dalam penyelenggaraan pendidikan Polri. Cara mengatasi kendala-kendala tersebut dengan melakukan peningkatan kemampuan dan sertifikasi para tenaga pendidik dan pengasuh, meningkatkan pendidikan yang lebih tinggi untuk menghasilkan output yang sesuai harapan, dan memberikan pemahaman tentang kondisi pendidikan di SPN Polda Jateng untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kata kunci : Peran, SPN Polda Jateng, Calon Bintara, Penegak Hukum, Presisi.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 05 Mar 2025 02:29 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37983 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |