Luhludy, Anang Patria (2024) PENYIDIKAN TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA MEMBAWA SENJATA TAJAM DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK (Studi Kasus Di Kepolisian Resor Kota Banyumas). Masters thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300019_fullpdf.pdf Download (1MB) |
![]() |
Text
Magister Ilmu Hukum_20302300019_pernyataan_publikasi.pdf Restricted to Registered users only Download (49kB) |
Abstract
Tindak pidana anak membawa senjata tajam bagi anak yang terlibat dalam tawuran diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) terhadap anak pelaku tindak pidana wajib dilakukan diversi, akan tetapi pada kasus membawa senjata tajam tidak dapat dilakukan diversi mengingat ancaman pidana bagi pelaku adalah adalah 10 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana membawa senjata tajam dalam sistem peradilan pidana anak di Polresta Banyumas, serta hambatan dan solusinya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian adalah deskriptif analitis, adapun datanya menggunakan data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan adalah studi lapangan dan studi kepustakaan. Metode analisis data yang digunakan adalah kualitatif. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penegakan hukum dan teori kemanfaatan hukum. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan penyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana membawa senjata tajam dalam sistem peradilan pidana anak di Polresta Banyumas dilaksanakan dengan berpedoman pada KUHAP, UU SPPA, dan UU Drt Nomor 12 Tahun 1951. Dalam proses penyidikan pelaku anak didampingi oleh orang tua, Bapas, dan pengacara dan juga melibatkan petugas kemasyarakatan dari Bapas untuk membuat laporan penelitian sebagai pertimbangan penyidik. Dalam hal pemeriksaan selesai, maka dilakukan berkas disusun dan dikirimkan ke kejaksaan. Penyidikan berakhir dengan diserahkannya anak dan barang bukti kepada penutut umum untuk dilakukan penuntutan. Hambatan dalam penyidikan terhadap anak pelaku tindak pidana membawa senjata tajam di Polresta Banyumas adalah kesulitan menghadirkan anak dalam proses pemeriksaan dan wajib lapor karena anak tidak ditahan, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya pemahaman hukum masyarakat. Solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan penyidik berkoordinasi dengan pihak orang tua dan sekolah, meningkatkan anggaran dan pelatihan bagi aparat penegak hukum yang menangani kasu anak, dan melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah dan sosialisasi melalui media sosial tentang larangan tawuran dan kekerasan serta larangan membawa senjata tajam Kata kunci : penyidikan; anak; tindak pidana membawa senjata tajam.
Item Type: | Thesis (Masters) |
---|---|
Subjects: | K Law > K Law (General) |
Divisions: | Pascasarjana Pascasarjana > Magister Ilmu Hukum |
Depositing User: | Pustakawan 3 UNISSULA |
Date Deposited: | 04 Mar 2025 03:00 |
URI: | http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37956 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |