HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) Studi Observasional Analitik di RSI Sultan Agung Semarang

Az-Zahra’, Fathimah (2023) HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) Studi Observasional Analitik di RSI Sultan Agung Semarang. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Kedokteran Umum_30101800064_fullpdf.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Kedokteran Umum_30101800064_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB)

Abstract

Polycstic Ovary Syndrome (PCOS) merupakan gangguan endokrin tersering pada perempuan masa reproduksi yang dapat menyebabkan terjadinya infertilitas. Dari data WHO terdapat lebih dari 116 juta wanita mengalami PCOS di seluruh dunia. Manifestasi klinis PCOS dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti pola makan, olahraga, dan gaya hidup termasuk overweight/obesitas, yang di klinis menggunakan indikator indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian PCOS di RSI Sultan Agung Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain case control. Subyek penelitian adalah 20 pasien terdiagnosis PCOS yang tergabung dalam komunitas PCOS (kelompok kasus) dan 20 pasien non-PCOS yang berkunjung di poli Obstetri-Ginekologi RSI Sultan Agung pada tahun 2022-2023, berusia 15-49 tahun, tidak sedang hamil, tidak beraktifitas berat, pasien dengan IMT <18,5, memiliki data yang lengkap dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian. Indeks Massa Tubuh (IMT) ≥23 kg/m2 dikategorikan overweight atau obesitas. Data penelitian dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Rerata usia subyek PCOS didapatkan 29,50±3,58 tahun dan non-PCOS 28,35±6,055 tahun. Rerata IMT subyek PCOS 28,07±3,75 kg/m2 dan non-PCOS 25,40±5,24 kg/m2. Berdasarkan kategorisasi IMT didapatkan sebanyak 19 responden PCOS memiliki IMT overweight/obese (47,5%) dan 13 responden non-PCOS memiliki IMT overweight/obese (32,5%). Hasil uji korelasi spearman menunjukkan hubungan yang signifikan antara IMT dengan kejadian PCOS dengan keeratan sedang/cukup (p=0,017; r=0,375). Dengan adanya penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan yang berbanding lurus dengan keeratan sedang/cukup antara IMT dengan kejadian PCOS di RSI Sultan Agung pada Tahun 2022-2023. Kata kunci: Polycystic ovary syndrome (PCOS); IMT; overweight, obesitas

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan 5 UNISSULA
Date Deposited: 25 Feb 2025 02:25
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/37762

Actions (login required)

View Item View Item