HUBUNGAN ANTARA LAMA MEROKOK DENGAN USIA TERDIAGNOSIS KATARAK Studi Observasional Analitik terhadap Pasien Penderita Katarak Senilis di RSI Sultan Agung Semarang Periode Maret 2023

Rohman, M. Haidar Alfi (2024) HUBUNGAN ANTARA LAMA MEROKOK DENGAN USIA TERDIAGNOSIS KATARAK Studi Observasional Analitik terhadap Pasien Penderita Katarak Senilis di RSI Sultan Agung Semarang Periode Maret 2023. Undergraduate thesis, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

[img] Text
Kedokteran Umum_30102000113_fullpdf.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Kedokteran Umum_30102000113_pernyataan_publikasi.pdf
Restricted to Registered users only

Download (49kB)

Abstract

Kejadian katarak bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain riwayat keluarga, usia, kebiasaan merokok, dan paparan sinar ultraviolet. Orang yang sering merokok atau bisa dikatakan sebagai perokok aktif dapat meningkatkan risiko terkena katarak dibandingkan dengan perokok pasif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama merokok dengan usia terdiagnosis katarak di poli mata Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian desain cross sectional dilaksanakan pada bulan Februari 2024 di Rumah Sakit Islam Sultan Agung menilai perilaku merokok dan usia terdiagnosis katarak pada 30 pasien poli mata RSI Sultan Agung. Kedua variabel tersebut dinilai menggunakan kuesioner teknik wawancara. Sampel penelitian dipilih dengan teknik consecutive sampling. Data lama merokok berskala nominal dan usia terdiagnosis berskala nominal serta dianalisis dengan metode uji Chi-Square, contingency coefficient, dan mantel-haenszel menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji Chi-Square didapatkan nilai p = 0,035. Data hasil penelitian menunjukkan sampel yang memiliki lama merokok 10 tahun dan usia terdiagnosis katarak usia 40-50 tahun sebanyak 4 pasien, sedangkan yang terdiagnosis katarak usia 50-60 tahun sebanyak 8 pasien. Total sampel dengan lama merokok 10 tahun yang terdiagnosis katarak sebanyak 12 pasien (40%). Sampel yang memiliki lama merokok >10 tahun dan usia terdiagnosis katarak usia 40-50 tahun sebanyak 13 pasien, sedangkan yang terdiagnosis katarak usia 50-60 tahun sebanyak 5 pasien. Total sampel dengan lama merokok >10 tahun yang terdiagnosis katarak sebanyak 18 pasien (60%). Berdasarkan rumus indeks brinkman didapatkan hasil yaitu perokok ringan berjumlah 14 pasien (47%), perokok sedang 11 pasien (37%), dan perokok berat 5 pasien (17%). Hasil rerata perokok menunjukkan kategori perokok ringan-sedang. Hasil uji mantel-haenszel menunjukkan hasil OR = 0.192, orang yang merokok lebih dari 10 tahun 0,192 kali lebih berisiko terdiagnosis katarak lebih mudah. Hasil uji contingency coefficient didapatkan nilai 0.362 yang menunjukkan kekuatan hubungan lemah. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa orang yang merokok lebih dari 10 tahun maka berisiko terdiagnosis katarak di usia lebih muda dan terdapat hubungan lemah antara lama merokok dengan usia terdiagnosis katarak di poli mata Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Kata Kunci: merokok, usia, katarak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan 3 UNISSULA
Date Deposited: 17 Jul 2024 06:38
Last Modified: 17 Jul 2024 06:38
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/34588

Actions (login required)

View Item View Item