PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Berkas Tugas Akhir
Abstract
PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN POST OPERASI BENIGN PROSTATIC HYPERPLASI (BPH) DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
56 hal + 10 tabel + xvii
Latar Belakang: Angka kejadian BPH di dunia mencapai 30 juta jiwa, semakin bertambah usia maka semakin tinggi angka kejadian BPH. Pasien post operasi BPH akan mengalami rasa nyeri. Penatalaksanaan nyeri berupa terapi non farmakologi adalah terapi tertawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan nyeri pasien post operasi BPH.
Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif pra eksperimen dengan one group pretest – posttest. Sampel penelitian sebanyak 17 responden dengan teknik non probability sampling berupa purposive sampling. Alat ukur nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Uji statistik data menggunakan uji Wilcoxon.
Hasil: Hasil analisa diperoleh rentang usia 60 – 67 tahun merupakan rentang usia terbanyak yaitu 47,1%, tingkat pendidikan tertinggi adalah SD yaitu 41,2%, pekerjaan tani sebanyak 52,9%. Rerata intensitas nyeri post operasi BPH sebelum intervensi diberikan adalah 4,35 sedangkan setelah intervensi terapi tertawa mengalami penurunan menjadi 3,18.
Simpulan: Ada pengaruh pemberian terapi tertawa terhadap penurunan nyeri pasien post operasi Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dengan nilai signifikan 0,001 ( p value < 0,05).
Kata Kunci: BPH, Terapi tertawa, Nyeri.
Daftar Pustaka: 36 ( 2005 – 2013)
Informasi Item
Pencarian Lanjutan
Isi satu, beberapa, atau semua kolom sesuai kebutuhan.
