KAJIAN LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TEKNIK ELEKTROKOAGULASI (Studi Kasus Industri Tapioka Ngemplak Kidul, Pati, Jawa Tengah)

Kinasih, Prisca Ayu (2015) KAJIAN LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TEKNIK ELEKTROKOAGULASI (Studi Kasus Industri Tapioka Ngemplak Kidul, Pati, Jawa Tengah). Undergraduate thesis, Fakultas Teknik UNISSULA.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (81kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (113kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (151kB) | Preview

Abstract

Indonesia merupakan penghasil tepung tapioka terbesar ke-3 di dunia setelah Thailand dan Brazil. Kapasitas produksi yang besar tersebut berdampak pada peningkatan jumlah limbah cair tapioka. Limbah cair tapioka yang dihasilkan Indonesia setiap tahun sekitar 2400 juta m 3 . Namun demikian, pengelolaan limbah cair tapioka masih belum berjalan maksimal. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk pengolahan limbah cair tapioka adalah elektrokoagulasi yang memiliki keunggulan menghilangkan senyawa organik tanpa penambahan zat kimia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengaruh arus listrik dan waktu yang digunakan terhadap kemampuan menurunkan konsentrasi parameter Turbidity, TSS, COD, BOD yang dilakukan dengan pengolahan limbah cair tapioka menggunakan teknik elektrokoagulasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan analisis kuantitatif dan diskriptif, dimana pada penelitian kuantitatif efisiensi proses. Sedangkan analisis diskriptif dijelaskan melalui tabel dan grafik. Sampel yang diuji diambil dari kawasan limbah industri tapioka Ngemplak Kidul, Pati. Eksperimen dijalankan menggunakan sistem batch dengan elektroda besi berukuran panjang: 50 mm, lebar: 30 mm, tebal: 5 mm dan jarak: 3,5 cm. Variabel yang diamati adalah arus listrik 1 ampere dan 2 ampere dan waktu masing-masing 20, 25 dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, teknik elektrokoagulasi dapat digunakan untuk menurunkan kadar (Turbidity, TSS, COD dan BOD) limbah cair tapioka. Semakin besar arus listrik dan waktu proses elektrokoagulasi, maka semakin besar pula penurunan Turbidity, TSS, COD dan BOD. Adapun kondisi optimal yaitu pada 1 A dan waktu 30 menit didapatkan penurunan Turbidity sebesar 60,9%, TSS sebesar 62,1%, COD sebesar 39,5% dan BOD sebesar 97,5%). Kata Kunci: Limbah cair tapioka, elektrokoagulasi, efisiensi proses

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknik
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 18 Feb 2016 06:22
Last Modified: 18 Feb 2016 06:22
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/3245

Actions (login required)

View Item View Item