PENGARUH PEMBERIAN SELENIUM TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA - Studi Eksperimental Pada Tikus Putih Jantan Rattus novergicus yang diinduksi Monosodium Glutamate (MSG)

Nurfahmi, Ariviandini (2015) PENGARUH PEMBERIAN SELENIUM TERHADAP MORFOLOGI SPERMATOZOA - Studi Eksperimental Pada Tikus Putih Jantan Rattus novergicus yang diinduksi Monosodium Glutamate (MSG). Undergraduate thesis, Fakultas Kedokteran UNISSULA.

[img]
Preview
Text
cover_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar isi_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
abstrak_1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka_1.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Pria mempunyai persentase infertilitas sebesar 40%, penyebabnya ada beberapa faktor diantaranya radikal bebas yang terkandung dalam MSG. Untuk menangkal radikal bebas diperlukan selenium dari komponen enzim Glutathione peroxidase. Selenium berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah pembentukan radikal bebas dengan menyumbangkan elektron pada sel yang kehilangan elektron dan menetralkan hidrogen peroksida menjadi air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian selenium terhadap morfologi spermatozoa tikus yang diinduksi Monosodium glutamat. Penelitian eksperimental laboratorium dengan posttest only control group design ini menggunakan 35 ekor tikus putih Rattus norvegicus jantan dibagi 5 kelompok. Kontrol negatif diberi aquadest, kontrol positif diberi 0,8 MSG, kelompok I diberi 0,8 MSG dan 1,8 μg selenium, kelompok II diberi 0,8 MSG dan 3,6 μg selenium, dan kelompok III diberi 0,8 MSG dan 7,2 μg selenium. Di beri perlakuan setiap hari sekali secara oral selama 30 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji One Way Anova selanjutnya uji Post Hoc. Hasil rerata morfologi spermatozoa yaitu, kontrol negatif (92,57%), kontrol positif (79,43%), kelompok I (92,14%), kelompok II (95,43%), dan kelompok III (96,71%). Hasil uji One Way Anova didapatkan perbedaan secara signifikan dengan nilai p sebesar 0,000. Hasil uji Post Hoc menunjukkan bahwa antara kelompok kontrol dengan kelompok I, kelompok I dengan kelompok II, III, berbeda signifikan. Sedangkan kelompok kontrol dengan kelompok II, III, kelompok II dengan III berbeda tidak signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini pemberian selenium dengan dosis 1,8 μg, 3,6 μg, dan 3,6 μg dapat menjaga normalitas morfologi spermatozoa tikus Rattus norvegicus yang diinduksi MSG. Kata kunci : selenium, gluthathione peroxidase, monosodium glutamat, dan morfologi spermatozoa

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Fakultas Kedokteran
Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter dan Program Profesi Dokter
Depositing User: Pustakawan UNISSULA
Date Deposited: 16 Feb 2016 05:58
Last Modified: 16 Feb 2016 05:58
URI: http://repository.unissula.ac.id/id/eprint/2897

Actions (login required)

View Item View Item